Berita

Foto lawas Khan Abdul Ghaffar Khan bersama dengan Mahatma Gandhi/Net

Dunia

Mengenang Foto Bersama Khan Abdul Ghaffar Khan dan Mahatma Gandhi, Ironi di Tengah Afghanistan Kini

SENIN, 04 OKTOBER 2021 | 01:05 WIB | LAPORAN: ABDUL MANSOOR HASSAN ZADA

Pendekatan tanpa kekerasan adalah cara terbaik untuk menemukan perdamaian dan kemakmuran di Afghanistan. Begitu kata mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai dalam cuitannya di Twitter pada Minggu (3/10).

Dia mengunggah sebuah foto lawas yang menunjukkan dua tokoh legendaris dalam sejarah berfoto bersama. Mereka adalah Khan Abdul Ghaffar Khan, seorang aktivis kemerdekaan Pashtun dan pemimpin politik dan spiritual Afghanistan, bersama dengan Mahatma Gandhi, seorang pemimpin spiritual dan politikus dari India dan memiliki peranan penting dalam gerakan kemerdekaan India.

Kedua orang itu memiliki satu persamaan yang lekat abadi dikenang sejarah, yakni sama-sama menggaungkan pendekatan anti-kekerasan untuk mencapai tujuan dari perjuangan mereka, yakni kemerdekaan.


Karzai mengunggah foto itu seraya memperingati Hari Anti-Kekerasan Internasional yang jatuh pada tangga 2 Oktober kemarin.

"Hari Anti-Kekerasan Internasional dirayakan pada saat orang-orang Afghanistan yang menderita bertahun-tahun melarikan diri dari kekerasan dan mencari kedamaian," tulisnya.

Karzai mengenai dua sosok hebat tersebut dengan menulis bahwa penerapan filosofi dan pendekatan non-kekerasan yang diperjuangkan kedua tokoh itu telah melakukan pengabdian besar kepada kemanusiaan dan membuktikan bahwa kebebasan dan keadilan mungkin terjadi tanpa perang dan kekerasan.

"Saya menyebut non-kekerasan sebagai cara terbaik dan satu-satunya untuk memerangi kekerasan," sambungnya.

Dia menambahkan bahwa untuk pembentukan perdamaian abadi dna kemakmuran di Afghanistan, perlu persatuan penuh, solidaritas kuat dan sikap non-kekerasam.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya