Berita

Mantan presiden Georgia Mikheil Saakashvili/Net

Dunia

Setelah Delapan Tahun Bersembunyi di Pengasingan, Mantan Presiden Saakashvili Muncul untuk Ikut Andil dalam Pemilihan Georgia

JUMAT, 01 OKTOBER 2021 | 16:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Hanya beberapa jam sebelum pemilihan umum, Georgia dikejutkan dengan kepulangan Mikheil Saakashvili, mantan presiden yang selama delapan tahun hidup di pengasingan.

Beberapa saat setelah mendapat di Georgia, Saakashvili memposting video dirinya yang dengan gembira mengatakan dia sudah berada di tanah air.

"Selamat pagi, Georgia. Saya sudah berada di Georgia lagi, setelah delapan tahun," kata politisi itu di halaman Facebook-nya.


Kepulangannya itu sekaligus bertanda bahwa ia menentang peringatan pemerintah atas resiko penahanan yang akan dihadapinya atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan.

Dalam video yang diambil pada malam hari, Saakashvili nampak berjalan di resor Laut Hitam Batumi. Selain mengabarkan kepulangannya ia menyerukan para pemilih untuk menentang kandidat dari partai Georgian Dream yang berkuasa dalam pemilihan pemerintah lokal yang akan berlangsung pada Sabtu (2/10).

"Nasib Georgia sedang diputuskan, kelangsungan hidup Georgia dipertaruhkan dan itulah mengapa saya mengambil penerbangan pulang agar saya bisa bersama Anda dan melindungi suara (politik) Anda. Saya akan ambil bagian dalam menyelamatkan Georgia," kata Saakashvili, seeprti dikutip dari TASS.

Ketegangan antara partai Georgian Dream yang berkuasa dengan oposisi yang didukung Saakashvili, semakin meningkat sejak pemilihan parlemen tahun lalu yang menurut oposisi telah dicurangi.

Namun, pengamat internasional mengatakan pada saat itu bahwa pemilu berlangsung kompetitif dan kebebasan bersuara menjadi hal yang paling dihormati.

Pengadilan Georgia pada Juni 2018 telah menghukum Saakashvili secara in absentia atas pelanggaran dan penyalahgunaan kekuasaam. Dilaporkan ia telah semena-mena dan bertindak keras yerhadap anggota parlemen.

Saakashvili menghadapi 6 tahun penjara yang berarti bahwa menurut hukum Georgia, begitu dia memasuki negara itu, dia harus ditangkap dan dikirim ke penjara.

Laki-laki kelahiran 1967 itu telan menjabat sebagai Presiden georgia sejak 25 Januari 2004.

Irakli Garibashvili, perdana menteri, mengatakan polisi akan menangkap Saakashvili jika dia kembali.

"Begitu Saakashvili menginjak tanah kami, dia akan ditangkap dan dikirim ke penjara," kantor berita Interfax mengutip pernyataan perdana menteri kepada wartawan.

Pengumuman Saakashvili tentang kedatangannya di Georgia menambahkan drama dan intrik ke lingkungan pra-pemilihan yang sudah tegang.

Georgia akan mengadakan pemilihan parlemen pada 2 Oktober tetapi oposisi menyebut pemilihan itu sebagai referendum yang akan memutuskan apakah pemilihan parlemen lebih awal akan dilakukan, mengakhiri kekuasaan sembilan tahun partai Georgian Dream.

Dalam pidato video yang diposting di halaman Facebook-nya, Saakashvili, yang membantu mendirikan partai oposisi Gerakan Nasional Bersatu (UNM), menyerukan protes pasca pemilihan.

"Kita semua harus memilih dan menunjukkan posisi kita. Saat pemungutan suara selesai, kita harus turun ke jalan-jalan di kota dan desa kita. Ia melindungi suara kita dan kemenangan kita," kata pria berusia 53 tahun itu dengan latar belakang bendera Georgia merah dan putih.

Sebelum membatalkan kesepakatan politik dengan oposisi yang ditengahi oleh Uni Eropa, Georgian Dream setuju untuk mengadakan pemilihan parlemen dini jika gagal mengamankan setidaknya 43 persen dalam pemilihan lokal.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya