Berita

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhie M Massardi/Repro

Politik

Adhie Massardi: Fakta dan Gejala Komunisme Gaya Baru Tidak Main-main

JUMAT, 01 OKTOBER 2021 | 16:03 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

RMOL.  Isu Islamophobia atau istilah kontroversial yang merujuk pada prasangka, diskriminasi, ketakutan, juga kebencian terhadap Islam dan Muslim, selalu digunakan oleh kelompok komunis sejak Indonesia belum merdeka.

Sialnya, belakangan isu tersebut semakin menguat. Terlihat dari fakta-fakta dan gejala-gejala yang terjadi dewasa ini di tanah air.

Demikian diungkapkan Inisiator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Adhie M Massardi, dalam acara diskusi daring bertajuk "Komunisme Gaya Baru Di Zaman NOW" yang disiarkan secara live di kanal YouTube FNN TV, Jumat siang (1/10).

"Di Indonesia, pertama kali dipopulerkan oleh kelompok komunis mulai tahun 1926 dulu zaman Belanda belum ada PKI, ada pemberontakan kemudian 1948, 1965. Prolog-nya itu selalu masalah Islamophobia," kata Adhie.

Atas dasar itulah, Pimpinan KAMI, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, menangkap kegelisahan masyarakat terkait mencuatnya kembali isu komunisme dengan melakukan riset, menerima laporan dari berbagai kalangan masyarakat terkait hal tersebut.

"Dan menemukan indikasi-indikasi bahwa Islamophobia yang belakangan ini marak, memang ada kaitannya dengan kelompok komunis," jelas Adhie.

"Nah, komunis ini tidak harus selalu PKI dalam arti yang sebenar-benarnya PKI yang seperti di masa lalu. Nah itulah yang kemudian di masyarakat ada kegelisahan dan memunculkan pandangan bahwa ada komunis gaya baru. Dan, ini juga tidak main-main fakta-faktanya gejala-gejalanya," sambungnya.

Mulai dari isu Taliban yang merujuk pada pegawai berjenggot dan celana cingkrang di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berujung pada asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan menyingkirkan para pegawai antirasuah yang berdedikasi tinggi dan memiliki integritas terhadap pemberantasan korupsi, hingga insiden penghilang diorama G30S PKI di Museum Dharma Bhakti Kostrad.  

"Kita lihat bagaimana mereka menyingkirkan teman-teman kita di KPK lewat isu Islamophobia, mereka dituduh Taliban. Kemudian ada tes wawasan kebangsaan (TWK)?" sesalnya.

"Dan itu kan banyak orang-orang tua ingat kembali bahwa ada Islamophobia yang berlebihan, ada fitnah-fitnah kepada ulama, ada kekerasan-kekerasan, ada kriminalisasi. Nah, inilah yang kemudian KAMI tangkap bahwa ada gejala-gejala seperti di masa lalu," imbuhnya menegaskan.

Lebih lanjut, Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (KIB) ini justru mempertanyakan pihak-pihak yang meragukan, bahkan cenderung memberikan respons negatif terhadap kekhawatiran dan pertanyaan dari mantan Panglima TNI itu.

"Kalau kemudian pimpinan KAMI Pak Gatot menyampaikan bahwa ada fakta-fakta itu, juga misalnya ada persoalan patung-patung di Makostrad hilang, apa salah kalau kemudian Pak Gatot mengingatkan bahwa ini ada apa?" tandasnya.

Turut hadir dalam diskusi daring tersebut adalah penulis buku Menangkal Kebangkitan PKI: Strategi Perlawanan Nasional Menjaga Keutuhan NKRI, Ustaz Alfian Tanjung; Sejarawan Ridwan Saidi; Ketua Purnawirawan Pengawal Kedaulatan Negara (PPKN), Letjen TNI Mar (Purn) Suharto; Ketua Umum Gerakan Bela Negara (GBN), Brigjen TNI (Purn) Poernomo; juga Penggiat Seni, Budaya dan Film, Embi C. Noor.

Adapun acara dipandu oleh wartawan senior Hersubeno Arief.

Populer

Ingin Bantu Tangkap Pembunuh Brigadir J, Serda Ucok: Kami Tidak Tega Negara Kesulitan

Sabtu, 06 Agustus 2022 | 20:23

Pernyataan Terakhir Sebelum Ditahan, Roy Suryo: Saya Tidak Menistakan Agama

Sabtu, 06 Agustus 2022 | 01:59

Sudah Dituangkan ke BAP, Bharada E Lihat Ferdy Sambo Pegang Pistol di Samping Jasad Brigadir J

Minggu, 07 Agustus 2022 | 16:39

Amien Rais Bakal Dukung Capres yang Berani Ucapkan Selamat Tinggal pada Oligarki

Jumat, 12 Agustus 2022 | 22:02

Jika Tak Ada yang Mengusung, Anies Baswedan Hanya jadi Penonton Pilpres 2024

Minggu, 14 Agustus 2022 | 15:20

Disindir Kasus Brigadir J, Benny K Harman: Daripada Sesat Sebaiknya Mahfud Tanya Langsung ke Jokowi

Selasa, 09 Agustus 2022 | 15:32

Sindir Alasan TGB Pindah Perindo, Musni Umar: Memang Partai yang Pernah Dimasuki Visinya Tidak Mempersatukan?

Minggu, 07 Agustus 2022 | 07:28

UPDATE

Tidak Ingin Indonesia Pecah Seperti Uni Soviet, Tito Bagikan 10 Juta Bendera

Senin, 15 Agustus 2022 | 09:23

Kasus Pelecehan Istri Ferdy Sambo Telah Dihentikan, Pakar Hukum: Terlapor Berhak Laporkan Balik

Senin, 15 Agustus 2022 | 09:12

BTN Gelar IPEX 2022 KPR Merdeka Berbunga Murah

Senin, 15 Agustus 2022 | 09:10

Demokrat Doakan Koalisi Gerindra-PKB Langgeng

Senin, 15 Agustus 2022 | 08:51

Gerindra-PKB Resmi Koalisi, Demokrat: Kami dengan Nasdem dan PKS juga Intens, Tapi…

Senin, 15 Agustus 2022 | 08:50

Gudang Kembang Api Meledak, Sejumlah Pengunjung Mal Armenia Tewas

Senin, 15 Agustus 2022 | 08:43

Shinta Pulang

Senin, 15 Agustus 2022 | 08:32

Polandia Akan Hentikan Pemberian Visa untuk Warga Negara Rusia

Senin, 15 Agustus 2022 | 08:25

Penembakan di Bandara Canberra, Satu Tersangka Ditangkap

Senin, 15 Agustus 2022 | 08:13

Kumpul di Surabaya, KIB Satukan Visi Indonesia Lolos dari Middle Income Trap

Senin, 15 Agustus 2022 | 07:58

Selengkapnya