Berita

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat memberikan sambutan secara virtual pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) di Jakarta, Rabu (29/9)/Net

Politik

LaNyalla Ajak Relawan Jokowi Dukung Konsep Pembangunan Indonesia Sentris

JUMAT, 01 OKTOBER 2021 | 07:33 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

DPD RI mempunyai kewajiban untuk memperjuangkan kepentingan dan aspirasi stakeholder di daerah. Khususnya dalam konteks pembangunan nasional. Langkah ini sejalan dengan konsep pembangunan Indonesia Sentris yang digagas Presiden Joko Widodo.

Begitu kata Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat memberikan sambutan secara virtual pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) di Jakarta, Rabu (29/9).

"Jika daerah kuat, maka Indonesia juga kuat. Bila daerah makmur, maka Indonesia juga makmur. Karena wajah Indonesia adalah mozaik dari wajah daerah," ucap LaNyalla.


Konsep pembangunan Indonesia Sentris yang digagas Presiden Joko Widodo adalah membangun Indonesia dari seluruh wilayah. Terutama pulau-pulau di luar Jawa, dengan membangun infrastruktur untuk meringankan biaya logistik barang dan jasa.

Menurut LaNyalla, hal itu akan sangat berdampak terhadap supply chain manajemen dalam perekonomian nasional. Sehingga persebaran arus barang dan jasa dapat dinikmati rakyat Indonesia dengan harga yang sama.

"Oleh karena itu konsep pembangunan Indonesia Sentris yang digagas Presiden Joko Widodo harus kita dukung karena mampu mengurangi gap atau ketimpangan pembangunan antara Jawa dan luar Jawa selama ini," ucap Senator asal Jawa Timur itu.

LaNyalla mengakui masih ada banyak kendala di lapangan dalam implementasinya. Dan di situlah peran DPD RI membantu dan berkontribusi menyelesaikan kendala yang ada.

"DPD RI sebagai wakil daerah tentu akan selalu menyuarakan kepentingan daerah. Menyampaikan kendala dan hambatan yang dialami daerah. Sekaligus berusaha membantu percepatan penyelesaian persoalan-persoalan yang terjadi di daerah," paparnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya