Berita

Sekjen DPP TMP, Restu Hapsari, bersama mendiang Sabam Sirait/Ist

Nusantara

Sabam Sirait Tutup Usia, Sekjen TMP: Kami Kehilangan Politisi yang Penuh Keteladanan

KAMIS, 30 SEPTEMBER 2021 | 17:11 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Organisasi sayap PDI Perjuangan, Taruna Merah Putih (TMP), turut berduka cita atas wafatnya politikus sekaligus pendiri PDI Perjuangan, Sabam Sirait, di RS Siloam Karawaci pada pukul 22.37 WIB malam. Sabam Sirait meninggal pada usia 85 tahun.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP TMP, Restu Hapsari, mengaku kehilangan sosok tokoh yang menjadi inspirasi dan keteladanan bagi generasi muda Indonesia.

“Saya, dan mungkin banyak aktivis pemuda dan mahasiswa, dulu di tahun 2000-an selalu memasukkan nama Sabam Sirait sebagai salah satu narasumber dalam berbagai kegiatan kami. Ketokohan dan kesenioran Pak Sabam Sirait cukup terasa di mata para aktivis muda,” kenang Restu, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis sore (30/9).


Restu selaku mantan Ketua Presidium PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia), saat berdiskusi bersama rekan-rekan dari GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia), HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), dan GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), kerap menyebut-nyebut nama Sabam Sirait.

“Beliau menjadi salah satu tokoh yang sangat memberikan inspirasi dan menjadi teladan sebagai politisi oleh generasi muda dan mahasiswa," ujar Restu.

Secara personal, Restu mengaku bersyukur bisa semakin dekat dengan Sabam Sirait, karena juga dekat dengan puteranya, Maruarar Sirait, yang juga adalah Ketua Umum Taruna Merah Putih, organisasi sayap anak mudanya PDI Perjuangan.

"Pak Sabam adalah keteladanan politisi yang seharusnya. Sabar, santun, bahkan teramat santun, tapi selalu tetap kritis dan berani. Pak Sabam juga politisi yang dalam dan sangat matang karena sarat dengan pengalaman, terlebih juga karena karena beliau adalah politisi yang rajin membaca buku,” katanya.

Menurut Restu, rekam jejak politik Sabam Sirait sangat kaya dengan etos perjuangan dan sekaligus selalu tegak dalam prinsip, sehingga sangat dipercaya partai.

“Meskipun beliau orang Batak, tetapi segala pemikiran, sikap dan tindakannya sangat nasionalis melampaui kesukuan Batak-nya yang memang kental di keluarganya. Jejak pemikiran, sikap, dan tindakannya sangat pluralis dan memandang politik pun adalah selalu harus menjadi jalan yang suci,” tegas Restu.

"Pak Sabam tutup usia ketika masih bertugas dalam pengabdiannya sebagai anggota DPD RI mewakili rakyat DKI Jakarta. Selamat jalan Opung Sabam Sirait, bahagialah di sisi-Nya," pungkas Restu.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya