Berita

Ribuan migran dari Haiti, menyeberang menuju AS/Net

Dunia

Panama Gemas, Pemerintahan Biden Lengah dan Tidak Cepat Tanggap Soal Ancaman Ledakan Migran

KAMIS, 30 SEPTEMBER 2021 | 15:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Panama menyayangkan sikap pemerintahan AS yang nampaknya abai akan resiko krisis migran hingga terjadi hal yang tidak diinginkan seperti peristiwa pekan lalu, di mana telah terjadi pengusiran yang brutal dan menjadi berita menghebohkan.

Baru-baru ini, Menteri Luar Negeri Panama Erika Mouynes mengungkapkan rasa frustrasinya dalam wawancaranya dengan Axios, mengatakan perintahan Biden tidak cepat tanggap dan lengah.

"Kami telah membunyikan alarm, mengingatkan mereka pada kami harus melakukannya," kata Mouynes, seperti dikutip dari AFP, Kamis (30/9).


Sebanyak 60.000 migran, banyak dari mereka berasal dari Haiti, melakukan perjalanan menuju perbatasan AS-Meksiko. Jumlah yang luar biasa, yang biasa mengancam pemerintahan Biden dengan bencana imigrasi yang melanggar hukum.

Mouynes menekankan, ia telah mengingatkan Gedung Putih tentang gelombang migrasi terbaru itu, yang akhirnya memuncak menjadi krisis di mana lebih dari 15.000 migran berkumpul di kamp darurat di bawah jembatan di Del Rio, Texas.

“Kami telah terlibat dengan setiap otoritas terkait, mengatakan, 'Tolong, mari kita perhatikan ini!” kata Mouynes, yang sejauh ini aktif dalam keterlibatannya mengenai migran.
 
“Kita semua memiliki peran dalam masalah ini, dan pendekatan regional adalah pendekatan yang tepat,” katanya, menegaskan bahwa tidak mungkin Panama menangani ini sendirian.

Seorang anggota parlemen, Senator Ted Cruz memberi tahu Fox News bahwa Mouynes telah mengingatkan pemerintahan Biden bahwa ia mengetahui ada lebih dari 80.000 imigran Haiti, menyeberang melalui Panama, menuju ke Amerika Serikat.

Banyaknya pengungsi ilegal yang menyerbu AS akan berdampak [ada banyak sektor, di antaranya mengakibatkan krisis kesehatan masyarakat dan krisis kemanusiaan, terutama di saat pandemi seperti ini.

Demi bisa mencari penghidupan baru dan mendapatkan suaka, banyak migran yang nekad. Mereka bahkan rela menempuh hutan belantara untuk bisa mencapai AS.

Sayangnya pemerintahan Biden tidak segera merespon saat Panama menginformasikan hal ini.

“Mari kita akui bahwa mereka semua sedang menuju AS,” kata Mouynes. Kembali mengingatkan bahwa ini belum selesai, dan masih akan ada lagi gelombang kedatangan migran berikutnya.

Sebagian besar migran meninggalkan Haiti setelah gempa bumi dahsyat pada 2010 untuk mencari kehidupan yang lebih baik di AS. Tidak ada mata pencarian lagi di Haiti, yang membuat mereka menyasar AS.

Mouynes memberi tahu Axios bahwa Panama telah memulai sistem kuota migran dalam kemitraan dengan dua tetangganya, Columbia dan Kosta Rika.

Bulan lalu, Kamala Hariis nelakukan perjalanan ke Guatemala untuk mempelajari "akar penyebab" imigrasi yang melanggar hukum. Sayangnya, bahwa tur Harris tersebut tidak melakukan apa pun untuk memperbaiki masalah migran.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya