Berita

Stephanie Grisham mantan ajudan Gedung Putih/Net

Dunia

Mantan Ajudan Gedung Putih: Putin Pernah Sengaja Bawa Wanita Cantik untuk Membuat Trump Lengah

KAMIS, 30 SEPTEMBER 2021 | 12:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Rusia Vladimir Putin dikatakan sengaja membawa seorang penerjemah wanita cantik saat bertemu Donald Trump pada KTT G20 di Osaka pada 2019 sebagai cara untuk mengalihkan perhatian mantan presiden AS tersebut.

Klaim mengejutkan sekaligus aneh itu datang dari Stephanie Grisham mantan ajudan Gedung Putih lewat memoarnya yang belum diterbitkan, seperti dilaporkan jaringan media RT, Kamis (29/9).

Dalam memoarnya Grisham mengklaim bahwa Fiona Hill, mantan Direktur Senior Dewan Keamanan Nasional Eropa dan Rusia, mengamati upaya halus Putin untuk membuat Trump lengah.


“Saat pertemuan dimulai, Fiona Hill mencondongkan tubuh dan bertanya apakah saya memperhatikan penerjemah Putin, yang adalah wanita berambut cokelat yang sangat menarik dengan rambut panjang, wajah cantik, dan sosok yang luar biasa,” tulis Grisham, menurut kutipan yang diterbitkan di The New York Times.

"Dia melanjutkan untuk memberi tahu saya bahwa dia curiga wanita itu dipilih oleh Putin secara khusus untuk mengalihkan perhatian presiden kita," tulisnya.

Media Rusia kemudian mengidentifikasi penerjemah pada pertemuan itu sebagai Daria Boyarskaya dari Kementerian Luar Negeri. Foto-fotonya telah diterbitkan oleh banyak outlet di seluruh dunia setelah publikasi teori aneh tersebut.

Hubungan Trump dengan Putin menjadi perhatian selama masa jabatan mantan presiden AS itu sebagai pemimpin, terutama ketika badan-badan intelijen Amerika menyimpulkan bahwa Moskow telah meluncurkan kampanye untuk membantu Trump memenangkan pemilihan 2016.

Osaka menjadi tuan rumah bagi salah satu dari sedikit pertemuan antara kedua pemimpin itu. Di KTT, Putin dan Trump sempat bercanda tentang campur tangan pemilu dan berita palsu, dengan Trump menyarankan bahwa mereka harus 'menyingkirkan' jurnalis.

Dalam bukunya, Grisham juga mengklaim bahwa Trump mengatakan kepada Putin bahwa dia harus 'bertindak sedikit lebih keras' di depan kamera, sementara lebih ramah di belakang layar.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya