Berita

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y. Kim menuturkan bahwa Amerika Serikat siap untuk mendukung Indonesia menjadi pemimpin iklim global dan mencapai ambisi iklim yang lebih besar/Repro

Dunia

AS Acungi Jempol Pada Upaya Indonesia Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca dari Deforestasi

RABU, 29 SEPTEMBER 2021 | 23:20 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Indonesia memiliki komitmen yang tinggi dalam upaya mengerem perubahan iklim. Begitu penilaian yang disampaikan oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y. Kim dalam pidatonya di Jakarta Foreign Correspondents Club (JFCC) pada Rabu siang (29/9).

Pada kesempatan itu, dia menuturkan bahwa Amerika Serikat siap untuk mendukung Indonesia menjadi pemimpin iklim global dan mencapai ambisi iklim yang lebih besar.

"Kami memandang Indonesia sebagai negara kunci dalam upaya global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan menjaga pemanasan global di bawah 1,5 derajat Celcius," ujarnya.


"Ini adalah negara yang merupakan penyumbang utama emisi gas rumah kaca sekaligus korban dampak buruk perubahan iklim," sambung Dubes Sung Y. Kim.

Oleh karena itu, dia menilai bahwa Amerika Serikat dan Indonesia bisa bekerjasama dalam keterlibatan kerjasama bilateral iklim. Hal ini juga akan bisa meningkatkan kepercayaan dan kerja sama antara kedua negara.

"Saya senang mengatakan bahwa Indonesia telah membuat banyak kemajuan, terutama di sektor kehutanan dan tata guna lahan, dalam hal pengurangan emisi gas rumah kaca dari deforestasi. Antara 2019 dan 2020 deforestasi berada pada tingkat terendah dalam 20 tahun," paparnya.

Dia menambahkan, berkat program mitigasi iklim di bidang pertanian, kehutanan, dan di sektor lainnya, Indonesia berhasil mengalami pengurangan 76 juta metrik ton emisi gas rumah kaca dari sektor tata guna lahan. Angka ini setara dengan lebih dari 16 juta mobil off the road selama setahun.

Indonesia juga telah mengumumkan pada Forum Ekonomi Besar kedua pada 17 September bahwa Indonesia akan berpartisipasi dalam Ikrar Metana Global AS-UE bersama yang akan diluncurkan selama COP 26 di Glasgow pada bulan November mendatang.

"Jelas, Indonesia harus diakui atas kemajuan yang telah dicapainya," kata Dubes Sung Y. Kim memberikan apresiasi.

Dia menambahkan bahwa pihaknya percaya ada ruang bagi Indonesia untuk berbuat lebih banyak ambisi iklim yang lebih besar.

"Melalui Utusan Khusus Presiden untuk Iklim John Kerry dan timnya, kami telah terlibat dengan pemerintah Indonesia selama beberapa bulan terakhir dan berharap dapat memperkuat kemitraan ini di bulan-bulan dan tahun-tahun mendatang," tandasnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya