Berita

Data temuan Survei Indikator Politik Indonesia soal kepercayaan publik pada lembaga negara/Net

Politik

Andi Yusran: TNI Lebih Dipercaya Publik karena Tugasnya Tidak Bersentuhan Langsung dengan Keseharian Masyarakat

SELASA, 28 SEPTEMBER 2021 | 10:36 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Temuan Survei Indikator yang menyatakan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) lebih dipercaya ketimbang institusi kepresidenan dipandang sebagai hal lumrah.

Pengamat politik Universitas Nasional, Andi Yusran mengatakan, dalam menjalankan tugasnya TNI memiliki tugas tidak langsung yang bersinggungan langsung dengan kehidupan masyarakat. Imbasnya, TNI mendapatkan kepercayaan publik yang tinggi.

Pendapat Andi, lembaga kepresidenan mengalami resistensi tinggi karena langsung bersentuhan dengan kehidupan keseharian masyarakat. Apalagi, perilaku kabinet dan elite pemerintah secara umum juga menjadi tanggung jawab Presiden.


"Tugas langsung bersentuhan dengan keseharian rakyat sehingga tingkat resistensinya pun menjadi lebih besar, kondisi dan prilaku kabinet dan elite pemerintah secara umum menjadi bagian tanggung jawab presiden," demikian pendapat Andi Yusran kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa pagi (28/9).

Lebih lanjut, Andi menganalisa kepercayaan publik terus menurun ditambah faktor perilaku negatif oknum aparatur sipil negara (ASN).

Fakta-fakta itu dalam pandangan Andi akan menjadi tambahan tanggung jawab Presiden sebagai Kepala Pemerintahan.

"Perilaku negatif dari aparatur sipil negara akhirnya menjadi ‘beban’ presiden dan itu yang membuat persepsi publik menjadi rendah," pungkasnya.

Temuan Survei Indikator Politik Indonesia, 90 persen masyarakat cukup percaya pada TNI, hanya 7 persen yang tidak dipercaya.

Presiden Jokowi menjadi urutan kedua. Hasilnya hanya 82 persen yang menyatakan percaya pada lembaga kepela pemerintahan itu. Sebanyak 15 persen menyatakan tidak percaya pada lembaga Presiden.

Survei ini dilakukan Indikator Politik Indonesia dalam medio 17 sampai 21 September 2021.

Sampel survei sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang dilakukan pada Maret 2018 hingga Juni 2021.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

UPDATE

Mahkota Peradaban adalah Kemanusiaan

Senin, 26 Januari 2026 | 17:59

Thomas Djiwandono Ulas Arah Kebijakan Ekonomi di Hadapan DPR

Senin, 26 Januari 2026 | 17:49

Pemkab Bekasi Larang Developer Bangun Rumah Baru

Senin, 26 Januari 2026 | 17:46

Pengamat: SP3 Eggi Sudjana Perlu Dikaji Ulang

Senin, 26 Januari 2026 | 17:31

Adies Kadir Diusulkan jadi Calon Hakim MK Gantikan Arief Hidayat

Senin, 26 Januari 2026 | 17:26

Oknum TNI AL Pengeroyok Buruh di Talaud Bakal Ditindak Tegas

Senin, 26 Januari 2026 | 17:13

KLH Tunggu Langkah Kementerian Lain soal Pencabutan Izin 28 Perusahaan

Senin, 26 Januari 2026 | 16:58

Noel Ebenezer Ingatkan Purbaya: Ada Pesta Bandit Terganggu

Senin, 26 Januari 2026 | 16:53

Longsor Watukumpul

Senin, 26 Januari 2026 | 16:51

Habiburokhman: Rekomendasi DPR kepada Polri Bersifat Mengikat

Senin, 26 Januari 2026 | 16:42

Selengkapnya