Berita

Meng Wanzhou/Net

Dunia

Kembalinya Meng Wanzhou ke Tanah Kelahirannya Bisa Jadi Pertanda Baik Hubungan China-AS-Kanada

SENIN, 27 SEPTEMBER 2021 | 06:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Para pengamat Beijing menyambut pembebasan Meng Wanzhou, Kepala Bagian Keuangan Huawei, yang telah ditahan pemerintah Kanada sejak Desember 2018.

Pembebasan dan kepulangan Meng Wanzhou ke tanah airnya merupakan kabar baik di mana akhirnya China berhasil mencapai kesepakatan penting yang bisa menjadi indikasi membaiknya hubungan China-Kanada. 
Para pengamat mengatakan, pembebasan itu adalah berita menarik, yang sangat mungkin bisa membantu meringankan ikatan China-Kanada yang membeku dan friksi antara China dan AS.

Lu Xiang, seorang peneliti di Akademi Ilmu Sosial China, mengatakan bahwa ada banyak faktor yang mendorong AS untuk menyelesaikan masalah ini, termasuk sikap konsisten pemerintah China dalam mendesak AS dan Kanada untuk membebaskan Meng.

Lu Xiang, seorang peneliti di Akademi Ilmu Sosial China, mengatakan bahwa ada banyak faktor yang mendorong AS untuk menyelesaikan masalah ini, termasuk sikap konsisten pemerintah China dalam mendesak AS dan Kanada untuk membebaskan Meng.

Juga, menurutnya, itu terjadi setelah adanya  tekanan yang meningkat yang telah dihadapi Kanada karena menyadari jika bersikeras mengekstradisi Meng ke AS, itu akan menciptakan konsekuensi negatif yang tidak dapat diperbaiki pada hubungan China-Kanada.

Selama beberapa tahun terakhir, para diplomat dan pakar China telah berkali-kali mendesak pemerintahan Presiden Justin Trudeau untuk memperbaiki kekeliruannya yang bersedia menjadi kaki tangan Washington yang telah menyeret hubungan China-Kanada ke titik beku.

Hubungan bilateral yang memburuk juga telah mengganggu hubungan perdagangan yang pernah stabil antara kedua negara, dan beberapa pengusaha China telah mencari ‘rencana B’ selama dua tahun terakhir untuk mendiversifikasi sumber impor mereka selain Kanada.

“Kanada telah membujuk AS untuk membatalkan kasus ini. Untuk pemerintahan Biden, telah mengevaluasi hubungan AS-China dari posisi kuat selama delapan bulan terakhir, dan memahami bahwa jika menjatuhkan tuduhan terhadap Meng, kemajuan seperti itu akan memenuhi harapan untuk meningkatkan hubungan bilateral,” kata Lu, seperti dikutip dari Global Time.

Meng ditahan di Kanada atas tuduhan penipuan yang diklaim AS. Penahanan putri dari Ren Zhengfei, pendiri Huawei, disebut ilegal. Setelah kesepakatan yang dibuat antara jaksa penuntut Kanada dan AS, Meng akhirnya berstatus tahanan rumah di kediamannya di Vancouver yang bernilai jutaan dollar, selama hampir tiga tahun.

"Hidup saya telah dijungkirbalikkan. Masa-masa itu sungguh mengganggu buat saya," kata Meng kepada wartawan setelah dibebaskan Kanada, Jumat (24/9).

Meng muncul di ruang sidang federal Amerika di Brooklyn dan mencapai kesepakatan penuntutan yang ditangguhkan (DPA) dalam kasus penipuan yang menjeratnya. Berdasarkan ketentuan perjanjian ini, Meng tidak akan dituntut lebih lanjut di AS dan proses ekstradisi di Kanada akan dihentikan, menurut salah satu pengacara yang mewakili Meng.

“Dia belum mengaku bersalah dan kami sepenuhnya berharap dakwaan akan diberhentikan dengan prasangka setelah empat belas bulan. Sekarang, dia akan bebas untuk kembali ke rumah untuk bersama keluarganya,” kata pengacara itu.

Dalam rekaman video usai sidang, gelang kaki pelacak GPS yang telah dipakai Meng selama ditahan telah dilepas. Dia berbicara kepada publik setelah sidang, mengungkapkan rasa terima kasih kepada hakim dan pengadilan Kanada yang menegakkan supremasi hukum. Dia juga berterima kasih kepada kedutaan China di Kanada, tim pembelanya dan rekan-rekannya.

“Meskipun ini adalah masa yang sangat sulit, selalu ada harapan,” kata Meng.

Usai sidang, Meng kemudian terbang ke tanah airnya.

Pada hari yang sama Meng terbang kembali ke rumahnya, media melaporkan bahwa dua warga Kanada yang ditahan China; Michael Kovrig dan Michael Spavor,  telah meninggalkan China dengan pesawat kembali ke Kanada.

Kovrig dan Spavor dituntut oleh Kantor Kejaksaan Agung di China atas dugaan kejahatan yang merusak keamanan nasional China pada Juni 2020.

Pejabat dan diplomat China menegaskan kembali bahwa insiden Meng sama sekali berbeda dari kasus dua orang Kanada.

Pembebasan Meng, dianggap sebagai skenario terbaik di antara China, Kanada dan AS, karena insiden Meng telah menjadi dilema yang membekukan hubungan China-Kanada dan menyeret hubungan China-AS ke dalam hubungan yang buruk.

Dalam penerbangannya kembali ke rumah, Meng mengatakan dalam sebuah catatan publik bahwa dia sangat menghargai tanah air dan kepemimpinan Partai Komunis China, karena tanpa mereka, dia tidak akan dibebaskan.

“Warna merah, melambangkan China, mencerahkan di hati saya,” kata Meng.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya