Berita

Pendiri & Ketua Umum Forum Satu Bangsa, Hery Haryanto Azumi (kedua dari kiri)/Ist

Politik

Akar Budayanya Kuat, Pemerintah Disarankan Gandeng Ormas untuk Hadapi Krisis

MINGGU, 26 SEPTEMBER 2021 | 15:42 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Perekonomian merasakan dampak besar akibat hantaman virus corona baru (Covid-19). Untuk menghadapai krisis akibat pandemi Covid-19, budaya akan memperkuat resiliensi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Pendiri & Ketua Umum Forum Satu Bangsa, Hery Haryanto Azumi saat menghadiri Dialog Kebangsaan dengan Tema "Bali Survive Bali Bangkit" yang diselenggarakan oleh PW IKA PMII Bali bekerja sama dengan PWNU Bali.

Kepada Kantor Berita Politik RMOL, Hery menjelaskan bahwa dalam sejarah krisis Indonesia, ketidak efektifan kekuasaan formal terselematkan kekuatan budaya. Sebab, sudah memiliki akar kuat di masyarakat.


"Inefektivitas kekuasaan formal pada akhirnya selalu diselamatkan oleh kekuatan budaya yang memiliki akar dalam kehidupan masyarakat," demikian kata Hery, Minggu pagi (26/9).

Menurut mantan Ketum PB PMII ini, masyarakat Indonesia memiliki modal dasar nilai dan etika sosial yang dapat menjadi pegangan saat kekuasaan formal lemah atau gagal menangani krisis.

Ia kemudian mencotohkan kejadian krisis moneter yang terjadi akhir 1990an. Kala itu, hancurnya ekonomi negara nyatanya tidak membuat Indonesia bubar.

Argumentasi mantan Wasekjen PBNU itu, kuatnya struktur sosial dapat menopang masyarakat Indonesia.

"Mulai dari lembaga adat sampai organisasi keagamaan yang tumbuh subur di akar rumput sampai di level nasional,” demikian kata Hery.

Dalam pandangan Hery, pemerintah harus menangani badai krisis yang terjadi dengan memperkuat kerjasama dengan berbagai organisasi, lembaga sosial dan keagamaan.

“Kerjasama antara rakyat dan pemerintah dapat mempercepat proses pemulihan ekonomi,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya