Berita

Bendera nasional China dan Prancis di Lapangan Tiananmen di Beijing/Net

Dunia

Kecam Rencana Kunjungan Senator Prancis ke Taiwan, Beijing: Hanya Ada Satu China di Dunia

SABTU, 25 SEPTEMBER 2021 | 09:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rencana kunjungan sejumlah senator Prancis ke Taiwan yang dijadwalkan pada Oktober mendatang kembali mendapat kecaman dari pemerintah China.

Dalam sebuah pernyataan, Kedutaan Besar China di Prancis telah meminta agar para senator itu mempertimbangkan kembali keputusan mereka agar tidak merusak hubungan Tiongkok-Prancis serta reputasi dan kepentingan Prancis.

"Hanya ada satu China di dunia, Taiwan adalah bagian yang tidak dapat dicabut dari wilayah China, dan pemerintah Republik Rakyat China adalah satu-satunya pemerintah resmi yang mewakili seluruh China," kata juru bicara kedutaan dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (24/9).


Kebijakan satu China adalah norma dasar hubungan internasional dan dasar politik bagi China untuk membangun dan mengembangkan hubungan diplomatik dengan negara lain.

Menurut juru bicara, dengan tidak melakukan pertukaran resmi dalam bentuk apa pun dengan pihak berwenang Taiwan berarti telah menghormati kebijakan satu-China.

"Senat Prancis adalah lembaga nasional yang penting di Prancis. Para senator memiliki status resmi dan harus menjalankan kebijakan resmi Prancis," kata juru bicara itu.

"Kunjungan mereka ke Taiwan dan kontak resmi dengan pihak berwenang Taiwan, apa pun namanya, akan sangat melanggar kebijakan satu-China yang dijalankan oleh Prancis dan akan dimanfaatkan oleh pasukan separatis yang mencari 'kemerdekaan Taiwan'," lanjutnya.

Langkah seperti itu, katanya, tidak hanya akan merusak kepentingan inti hubungan China dan Tiongkok-Prancis, tetapi juga, pada akhirnya, reputasi dan kepentingan Prancis.

“Kami berharap mereka yang terkait akan berpikir dua kali dan mempertimbangkan kembali keputusan mereka untuk mengunjungi Taiwan," demikian pernyataan tersebut.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya