Berita

Presiden Joe Biden/Net

Dunia

Joe Biden Kecam Patroli Perbatasan yang Usir Migran Haiti dengan Kekerasan

SABTU, 25 SEPTEMBER 2021 | 08:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perlakuan petugas perbatasan terhadap migran Haiti mendapat kecaman keras setelah viral gambar dan video petugas yang menunggang kuda menggunakan cambuknya untuk mengusir para migran. Presiden AS Joe Biden bahkan mengakui perlakuan pemerintahannya itu sudah melewati batas.

Ia mengatakan bahwa tindakan itu 'tidak Amerika' dan berjanji akan memberikan konsekuensi terhadap pelaku.

“Melihat orang diperlakukan seperti itu, di mana kuda hampir menabrak mereka, itu keterlaluan. Saya berjanji orang-orang itu akan menghadapi resikonya,” kata Biden konferensi pers Jumat (24/9).


Biden menjawab pertanyaan seorang reporter yang bertanya apakah dia akan bertanggung jawab atas situasi di perbatasan, dan Biden mengatakan dia akan melakukannya.

Biden mencatat bahwa Departemen Keamanan Dalam Negeri sedang menyelidiki situasi di perbatasan. Pelaku kekerasan itu dikenai sanksi administratif dan penggunaan kuda sementara ditiadakan, seperti dilaporkan ABC News.

“Ini memalukan. Di luar rasa malu, ini berbahaya. Mengirim pesan yang salah ke seluruh dunia atau mengirim pesan yang salah di dalam negara kita sendiri. Ini bukan kita,” lanjut Biden.

Dalam gambar yang beredar jelas terlihat penunggang kuda menghalau para migran dengan menggunakan kendali mereka secara agresif. Perlakuan brutal terhadap para migran oleh agen perbatasan menimbulkan gelombang kritik terhadap penanganan masalah tersebut oleh pemerintahan Biden.

Salah seorang politisi California dari Partai Demokrat, Maxine Waters, mengatakan, perlakuan itu lebih buruk dari perbudakan.

“Apa yang kita saksikan membawa kita kembali ke ratusan tahun. Apa yang kami saksikan lebih buruk daripada apa yang kami saksikan dalam perbudakan," katanya, menambahkan bahwa orang kulit hitam Haiti yang dicambuk itu hanya bisa berlari menyelematkan diri.

Bukan hanya pelaku kekerasan saja yang harus mendapat hukuman, tetapi pejabat yang mempekerjakan petugas perbatasan bergaya koboi itu.

“Saya ingin tahu sejak awal siapa yang membayar koboi ini untuk melakukan pekerjaan ini. Mereka harus disingkirkan,” tambah Waters.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya