Berita

Para pengunjuk rasa turun ke jalan di luar konsulat Italia di Barcelona setelah penangkapan Puigdemont/Net

Dunia

Mantan Pemimpin Separatis Catalan Ditangkap, Pengunjuk Rasa Kibarkan Tagar #FreePuigdemont

SABTU, 25 SEPTEMBER 2021 | 05:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penangkapan Carles Puigdemont, mantan pemimpin Catalonia yang buron, menandai babak terakhir dalam upaya Spanyol selama hampir empat tahun untuk mengekstradisi salah satu separatis paling terkemuka di dunia.

Dilaporkan Sky News, Jumat (24/9), Puigdemont telah dicari oleh polisi karena perannya dalam upaya pemisahan wilayah Catalonia dari Spanyol pada tahun 2017.

Setelah upayanya gagal, Puigdemont melarikan diri dari Spanyol pada 2017 dan mengasingkan diri di Belgia.


Puigdemont pernah ditangkap di Jerman pada 2018, tetapi lolos dari ekstradisi setelah pengadilan di sana memutuskan hanya untuk mengirimnya ke Spanyol dengan tuduhan yang lebih ringan daripada yang diminta pejabat Madrid. Surat perintah penangkapan itu kemudian ditarik kembali.

Kali ini, Puigdemont tidak bisa berkelit. Ia ditangkap berdasarkan surat perintah penangkapan Eropa baru yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung Spanyol pada Oktober 2019, yang kemudian ditangguhkan oleh hakim Belgia pada Januari 2020.

Pengacara Puigdemont, Gonzalo Boye, mengatakan, Puigdemont ditangkap ketika ia baru saja tiba di bandara di Sardinia. Kedatangannya ke  pulau terbesar kedua di Laut Tengah itu adalah untuk menghadiri festival cerita rakyat Adifolk International. Puigdemont juga dijadwalkan bertemu dengan kepala daerah Sardinia dan ombudsmannya.

Penangkapan Puigdemont mengundang reaksi masyarakat Italia. Para pengunjuk rasa berkumpul di luar konsulat Italia di Barcelona. Mereka membagikan tagar #FreePuigdemont, dan berteriak menyebut bahwa penahanan tersebut ilegal.

Penangkapannya terjadi seminggu setelah pemerintah Spanyol yang berhaluan kiri dan otoritas regional Catalan melanjutkan negosiasi untuk menemukan solusi bagi krisis politik terburuk Spanyol dalam beberapa dasawarsa.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya