Berita

Pakar hukum senior Yusril Ihza Mahendra/Net

Politik

Bagi Demokrat, Reputasi Yusril Ihza Mahendra Pejuang Demokrasi Tercoreng kalau Bela Moeldoko

JUMAT, 24 SEPTEMBER 2021 | 15:43 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

DPP Partai Demokrat menyayangkan langkah pakar hukum tata negara Prof Yusril Ihza Mahendra yang kini telah menjadi Kuasa Hukum Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko. Yusril akan melakukan uji materi AD/ART Partai Demokrat.

Langkah Yusril tersebut dinilai telah mencoreng reputasinya yang selama ini dikenal istikomah di bidangnya sebagai pengacara kondang dan pembela demokrasi. Dengan membela Moeldoko mantan Menkumham itu akan dikenal telah membela begal politik.

Demikian disampaikan Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani dalam keterangannya kepada redaksi, Jumat siang (24/9).


"Kami menyayangkan Prof Yusril Ihza Mahendra yang selama ini dikenal istikomah menjadi kuasa hukum melakukan uji materi AD/ART partai lain dalam hal ini Partai Demokrat. Reputasi dan rekam jejak YIM sebagai pejuang demokrasi tercoreng dengan langkahnya ini," kata Kamhar Lakumani.

Menurut Kamhar, image berpolitik amar ma’ruf nahi mungkar untuk kemajuan dan peningkatan kualitas demokrasi yang selama ini dibangun oleh Yusril seolah pupus seketika karena pilihannya bersekutu dengan “pembegal Partai Demokrat” Moeldoko Cs.

"Apa yang dilakukannya sesungguhnya adalah mengobok-obok partai politik dan membuka ruang yang semakin lebar untuk mengintervensi independensi partai politik sebagai institusi dan pelembagaan demokrasi yang pada gilirannya akan dengan mudahnya takluk dan tunduk pada  kekuasaan," tuturnya.

"Ini bukan hanya ancaman bagi Partai Demokrat, tapi menjadi ancaman bagi seluruh partai politik di Indonesia, terlebih lagi ini ancaman bagi reformasi dan demokrasi," demikian Kamhar.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya