Berita

Kementerian Luar Negeri China/Net

Dunia

China Rilis 102 Daftar Bentuk Intervensi AS dalam Urusan Hong Kong

JUMAT, 24 SEPTEMBER 2021 | 15:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Luar Negeri China mengeluarkan lembar fakta tentang campur tangan AS dalam urusan Hong Kong dan bagaimana Washington mendukung pasukan anti-China di wilayah tersebut, pada Jumat (24/9) waktu setempat.

Lembar fakta itu mengupas langkah intervensi AS sejak awal 2019 termasuk memberlakukan tindakan terkait Hong Kong, menjatuhkan sanksi, mencoreng pemerintah dan kepolisian Hong Kong, melindungi dan mendukung pasukan anti-China yang berusaha mengacaukan Hong Kong, dan bekerja sama dengan sekutu untuk menekan China.

Secara rinci lembar panjang mencantumkan lima fakta utama dengan total 102 contoh.


Salah satunya adalah bahwa AS telah memberlakukan dan sedang mempertimbangkan delapan tindakan, undang-undang, atau resolusi terkait Hong Kong sejak 2019 dalam upaya untuk menjelek-jelekkan kebijakan China tentang Wilayah Administratif Khusus Hong Kong dan mencampuri urusannya.

Contoh terbaru intervensi itu berupa pernyataan Perwakilan Republik AS Scott Perry pada 30 Juni, saat dia memperkenalkan Undang-Undang Kebebasan Hong Kong, menyerukan presiden AS untuk mengakui HKSAR sebagai negara independen yang terpisah.

Lembar itu juga mencantumkan 14 langkah terkait termasuk sanksi terhadap pejabat dan lembaga keuangan China dan melarang ekspor peralatan AS ke Hong Kong.

Daftar panjang itu juga mencakup nama-nama politisi AS dan departemen pemerintah yang telah berulang kali membuat tuduhan tidak berdasar terhadap urusan Hong Kong dan tindakan penegakan hukum polisi Hong Kong.

AS juga disebut telah melindungi dan mendukung mereka yang menentang China dan berusaha untuk mengacaukan kawasan Hong Kong, menyediakan platform bagi mereka untuk mengadvokasi kemerdekaan Hong Kong. Washington juga disebut telah menyebarkan disinformasi politik, dan membenarkan tindakan para pelanggar hukum tersebut dengan memutarbalikkan fakta dan menyesatkan publik.

Daftar itu juga menunjukkan bahwa pada 2019, politisi Amerika termasuk Wakil Presiden Mike Pence dan Ketua DPR Nancy Pelosi bertemu dengan tokoh oposisi Hong Kong sebanyak 10 kali dalam berbagai kesempatan.

Lembar fakta juga berisi 11 bukti bahwa AS berkolusi dengan beberapa negara untuk menekan dan bekerja sama dengan sekutu untuk ikut campur dalam urusan Hong Kong.

"Lembar fakta yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri China adalah tanggapan yang kuat terhadap AS yang berulang kali mencoreng tata kelola pemerintah China di Hong Kong dan terhadap pengenaan sanksi AS yang mencolok terhadap pejabat China," kata Kantor Urusan Negara Hong Kong dan Dewan Makau, seperti dikutip dari Global Times.

"Melalui bukti ini, masyarakat dapat melihat dengan jelas kemunafikan AS dalam mengejar standar ganda dalam masalah demokrasi, kebebasan, hak asasi manusia, dan supremasi hukum," kata kantor itu.

"Sifat hegemonik AS yang membuatnya mencoba dan menceramahi orang lain, dan memulai niat jahatnya untuk menahan perkembangan China dengan mengganggu Hong Kong," lanjutnya. 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya