Berita

Presiden Joe Biden dan Presiden Prancis Emmanuel Macron berjabat tangan saat pertemuan bilateral di KTT G-7, di Carbis Bay, Inggris pada 12 Juni 2021/Net

Dunia

Ditelepon Joe Biden, Emmanuel Macron Setuju Kirim Balik Dubes Prancis ke Washington

KAMIS, 23 SEPTEMBER 2021 | 07:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Prancis akhirnya setuju untuk mengembalikan duta besarnya yang sempat ditarik untuk kembali ke Washington.

Kepala negara masing-masing telah melakukan diskusi dua arah lewat panggilan telepon pada Rabu (22/9), di tengah pertikaian diplomatik mengenai kontrak kapal selam yang masih berlangsung.
Sesuai janjinya, Presiden AS Joe Biden telah menunjukkan upaya kerasnya mengembalikan kepercayaan sekutunya Prancis dengan menghubungi langsung Presiden Emmanuel Macron.

"Macron dan Biden telah memutuskan untuk membuka proses konsultasi mendalam, yang bertujuan menciptakan kondisi untuk memastikan kepercayaan”, kata Istana lysée dan Gedung Putih dalam sebuah pernyataan bersama, seperti dikutip dari AFP, Kamis (23/9).

"Macron dan Biden telah memutuskan untuk membuka proses konsultasi mendalam, yang bertujuan menciptakan kondisi untuk memastikan kepercayaan”, kata Istana lysée dan Gedung Putih dalam sebuah pernyataan bersama, seperti dikutip dari AFP, Kamis (23/9).

"Duta Besar Prancis akan melakukan pekerjaan intensif dengan pejabat senior AS setelah dia kembali ke Amerika Serikat," kata pernyataan itu.

"Panggilan itu berlangsung sekitar 30 menit dan nadanya ramah," kata sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki kepada wartawan.

Prancis menarik duta besarnya dari Amerika Serikat dan Australia pekan lalu setelah AS dan Inggris menandatangani kesepakatan kapal selam nuklir dengan Australia, menyebabkan Canberra membatalkan kesepakatan kapal selam multi-miliar desain Prancis sebelumnya.

Menurut rencana, Macron dan Biden akan bertemu pada akhir Oktober di Eropa.

Belum ada keputusan yang dibuat tentang duta besar Prancis untuk Australia, yang juga dipanggil kembali pekan lalu, kata Istana lysée, menambahkan bahwa tidak ada panggilan telepon dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison yang dijadwalkan. 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya