Berita

Sebuah jet tempur J-16 yang dipasang pada brigade penerbangan angkatan udara di bawah Komando Teater Timur PLA terbang ke angkasa selama beberapa kali pelatihan pada 16 Februari 2021/Net

Dunia

Unjuk Kekuatan Udara, China Bakal Pamerkan Jet Tempur Elektronik J-16D

KAMIS, 23 SEPTEMBER 2021 | 07:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

China akan memamerkan pesawat J-16D, salah satu varian elektronik dari jet tempur J-16 buatan dalam negeri pada pergelaran China Airshow minggu depan.

Jet canggih yang akan dipamerkan di Kota Zhulai, Provinsi Guangdong China Selatan itu, akan memberikan keunggulan dalam ruang elektromagnetik dengan kemampuan jamming yang kuat kepada Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Menurut laporan yang disiarkan China Central Television (CCTV), China Airshow tahun ini akan digelar pada 28 September hingga 3 Oktober.


J-16D adalah pesawat perang elektronik yang dikembangkan di dalam negeri China berdasarkan jet tempur J-16, situs berita yang berbasis di Guangdong, southcn.com melaporkan.

Ahli mengatakan, salah satu karakteristik yang paling membedakan J-16D dibandingkan dengan seniornya, J-16, adalah dua pod tempur elektronik besar di sayap pesawat, yang digunakan untuk mengganggu peralatan elektronik musuh, termasuk radar dan sistem komunikasi.

"J-16D juga dilengkapi dengan sistem avionik baru dan mesin buatan dalam negeri. Ini telah mengalami perubahan struktural yang signifikan, termasuk penggunaan sejumlah besar bahan komposit," kata Wang Ya'nan, kepala editor majalah Aerospace Knowledge yang berbasis di Beijing, seperti dikutip dari Global Times, Rabu (22/9).

China menyadari pentingnya peperangan elektronik dan pertempuran di ruang elektromagnetik, bahwa siapa pun yang menang di bidang ini akan mendapatkan keuntungan di medan perang dengan melumpuhkan cara musuh untuk melihat, mendengar, dan berkomunikasi, kata para analis.

"Sampai batas tertentu, pesawat perang elektronik lebih penting daripada pesawat siluman," kata Wang.

Laporan CCTV mengatakan J-16D dicat dengan lencana PLA. Wang mengatakan ini berarti pesawat sudah dipastikan menjadi bagian dari armada pasukan.

Banyak pesawat lain, termasuk pesawat angkut besar Y-20, jet latih canggih JL-10, pesawat angkut taktis Y-9 dan pesawat pengebom tempur JH-7A, juga telah tiba di Zhuhai pada Rabu untuk dipersiapkan pada pertunjukan udara pekan depan, menurut ke China Aviation News.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya