Berita

Penduduk Myanmar berbondong-bondong meninggalkan rumah mereka, mencari suaka ke negara tetangga/Net

Dunia

Myanmar Masih Membara, 10 Ribu Penduduk Berbondong-bondong Cari Suaka ke Negara Tetangga

RABU, 22 SEPTEMBER 2021 | 17:34 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Situasi di Myanmar masih belum membaik. Bahkan semakin banyak warga di perbatasan yang justru meninggalkan rumah-rumah mereka, mencoba mencari perlindungan di negara tetangga.

Menurut laporan Reuters pada Rabu (22/9), sekitar 10 ribu penduduk di Thantlang, negara bagian Chin yang berbatasan dengan India telah mencari perlindungan ke beberapa negara lain, termasuk India.

Banyaknya penduduk yang pergi terjadi setelah pertempuran antara pasukan milisi dan tentara pada akhir pekan lalu. Di media sosial, berbagai foto menunjukkan sekitar 20 rumah dibakar.


Myanmar Now melaporkan, tentara juga menembak mati seorang pendeta Kristen yang berusaha memadamkan api.

Sementara dari berita The Global New Light of Myanmar, kematian pendeta tersebut masih diselidiki. Sebuah informasi juga menyebut tentara disergap oleh sekitar 100 "teroris" dan kedua belah pihak terlibat baku tembak.

Pemimpin masyarakat, Salai Thang, mengatakan pejuang milisi menyerbu sebuah pangkalan militer pada awal bulan ini, yang kemudian ditanggapi dengan serangan udara. Akibat serangan itu empat warga sipil tewas dan 15 lainnya terluka.

Ketegangan meningkat setelah Pemerintah Persatuan Nasional (GNU) menyatakan pemberontakan pada 7 September dan membentuk kelompok militer milisi yang dikenal Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF), yang anti-junta.

Kekacauan di Myanmar telah terjadi sejak 1 Februari, ketika militer menggulingkan pemerintahan sipil yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi. Kudeta militer memicu kemarahan nasional yang mendorong aksi protes nasional.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya