Berita

Petugas bantuan kemanusiaan mengukur suhu tubuh seorang warga di kota Kafr Takharim, provinsi Idlib, Suriah/Net

Dunia

Idlib Suriah Diwarnai Kengerian Karena Kasus Covid yang Melonjak Tinggi

RABU, 22 SEPTEMBER 2021 | 14:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kasus virus corona dilaporkan melonjak ke tingkat pandemi terburuk di Idlib Suriah, menurut laporan AFP. 

Akses ke fasilitas kesehatan demikian sulit. Selama satu dekade perang, sejumlah rumah sakit telah dibom dan para dokter dan perawat berbondong-bondong melarikan diri. Saat ini Idlib mengalamki krisis kesehatan yang paloing parah.
Kasus telah berlipat ganda menjadi lebih dari 61.000 sejak awal Agustus. Pihak berwenang di provinsi tersebut melaporkan 34 kematian, yang diyakini sebagai jumlah yang signifikan dalam 24 jam.

Situasi menjadi sangat mengerikan di provinsi barat laut. Petugas penyelamat yang dikenal sebagai White Helmets yang selama ini membantu mengevakuasi korban bom dari puing-puing reruntuhan kini kebanyakan mengangkut pasien virus corona ke rumah sakit atau orang mati karena Covid ke pemakaman.

Situasi menjadi sangat mengerikan di provinsi barat laut. Petugas penyelamat yang dikenal sebagai White Helmets yang selama ini membantu mengevakuasi korban bom dari puing-puing reruntuhan kini kebanyakan mengangkut pasien virus corona ke rumah sakit atau orang mati karena Covid ke pemakaman.

"Apa yang terjadi adalah bencana medis," kata Sindikat Dokter Idlib minggu ini saat mengeluarkan permohonan dukungan dari kelompok bantuan internasional.

Idlib menghadapi semua tantangan yang juga dihadapi dunia selama pandemi: ruang perawatan yang penuh, kekurangan oksigen dan tes Covid yang minim, serta peluncuran vaksinasi lambat.

Sebagian besar wilayah Idlib dan provinsi tetangga Aleppo tetap berada di tangan oposisi bersenjata Suriah, yang didominasi oleh kelompok-kelompok radikal termasuk militan yang berafiliasi dengan al-Qaida. Oposisi juga berjuang keras untuk menanggapi wabah tersebut.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya