Berita

Direktur Riset Indonesian Presidential Studies (IPS), Arman Salam/RMOL

Politik

PDIP Siap-siap Disanksi Publik Jika Capreskan Figur Tidak Populer

RABU, 22 SEPTEMBER 2021 | 13:39 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Konsekuensi partai politik dalam mengusung kandidat dalam setiap kontestasi politik adalah bagian dari keniscayaan. PDI Perjuangan disarankan siap menerima sanksi publik jika ngotot ingin mengusung sosok tidak populer sebagai calon presiden di tahun 2024 mendatang.

Direktur Riset Indonesian Presidential Studies (IPS), Arman Salam mengatakan, PDI Perjuangan harus menyadari bahwa dalam kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) elektoral figur jauh lebih solid ketimbang militansi pada partai.

Analisa Arman, sejauh ini kepercayaan publik atas kinerja partai memperjuangkan kepentingan rakyat sangat rendah.


"IPS mencatat dari hasil survei April lalu kepercayaan publik atas partai dalam memperjuangkan kepentingan publik sangat kecil dibawah 30 persen," demikian data yang disampaikan Arman saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (22/9).

Lebih lanjut, Arman menjelaskan bahwa temuan lembaganya, secara nasional tokoh atau figur yang digadang sebagai calon presiden memberikan efek domino positif terhadap elektoral partai.

Ia mencontohkan, PDI Perjuangan mendapatkan tingkat elektoral tertinggi karena pengaruh popularitas Joko Widodo sebagai orang nomor satu di Indonesia.

Dengan data tersebut, jika memang PDI Perjuangan ingin mendapatkan hukuman publik suaranya berkurang adalah dengan mereduksi pengaruh Jokowi sebagai representasi PDI Perjuangan.

"Kejayaan PDIP tak lepas dari pamor Jokowi.  Merontokan suara PDIP maka langkah pertama adalah merontokan pamor Jokowi," tandas Arman.

Arman menyarankan pada PDI Perjuangan untuk tetap mengedepankan hasil survei politik yang dikerjakan oleh banyak lembaga. Jika tidak, pil pahit berupa hukuman publik dengan kekalahan akan didapati oleh partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri.

"Pdip siap-siap menerima sanksi publik jika ngotot dorong figur yang tidak populer. Elektoral terhadap figur lebih solid atau militan dibanding party ID," pungkasnya.

Dalam beberapa bulan ini, PDI Perjuangan nampak mempersiapkan Puan Maharani untuk dijual sebagai kandidat di kontestasi Pilpres 2024.

Sejauh ini berbagai lembaga survei menempatkan kader PDIP yang juga Gubernur Jawa Tengah di posisi 3 besar. Namun demikian, hingga saat ini belum ada tanda lampu hijau merestui Ganjar bertarung di Pilpres 2024.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

UPDATE

Puan: APBN 2027 Harus Jadi Instrumen Nyata untuk Sejahterakan Rakyat

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:19

28 Tahun Reformasi, Kekuasaan Harus Berjalan Independen

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:18

Prabowo Minta Menkeu Segera Ganti Pimpinan Bea Cukai Bermasalah

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:08

Bitcoin Depot Bangkrut, Hampir 10 Ribu ATM Ditutup

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:07

Pemerintah Harus All Out Bebaskan WNI yang Ditahan Israel

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:01

Rupiah Melemah, UMKM dan Hilirisasi Industri Harus Diperkuat

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:46

Prabowo: Rakyat Tidak Mimpi Kaya Raya, Asal Bisa Hidup Layak dan Sejahtera

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:42

Kenaikan Penerimaan Pajak Jangan Bikin Terlena

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:38

Sah! Prabowo Wajibkan Ekspor Sawit Hingga Batu Bara Satu Pintu Lewat BUMN

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:33

Fatayat NU Ajak Kader Perempuan Lebih Percaya Diri di Ruang Publik

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:32

Selengkapnya