Berita

Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel di sidang Majelis Umum PBB, Senin 20 September 2021/Net

Dunia

Díaz-Canel: Di Tengah Blokade AS, Membangun Dunia yang Kita Impikan adalah Tugas Besar

SELASA, 21 SEPTEMBER 2021 | 09:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Untuk sebagian besar negara, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) tampaknya tidak dapat dicapai dalam waktu kurang dari satu dekade karena banyaknya tantangan yang harus dihadapi.

Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel mengungkapkan, tatanan internasional yang tidak adil dan tidak demokratis adalah penyebab ketidaksetaraan dan pengucilan. Situasi tersebut diperparah oleh dampak buruk dari pandemi Covid-19.

Dalam pidatonya di sidang Majelis Umum PBB, Senin (20/9), Díaz-Canel mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk bekerja sama demi tatanan dunia yang lebih adil, di mana tidak ada seorang pun yang tertinggal.


"Bapak Presiden, enam tahun lalu, atas permintaan Perserikatan Bangsa-Bangsa, hampir semua pemimpin dunia berkomitmen untuk 'tidak meninggalkan siapa pun' dalam tujuan bersama untuk memenuhi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) pada tahun 2030. Sejujurnya, jutaan manusia terus tertinggal, untuk sebagian besar negara, tujuan tampaknya tidak dapat dicapai dalam waktu kurang dari satu dekade," kata Diaz-Canel, seperti dikutip dari cuplikan pidato videonya yang ditayangkan media Granma, Senin (20/9). 

Dia juga ingat bahwa Kuba memikul 17 komitmen SDG di tengah tantangan besar dari dampak blokade ekonomi, komersial, dan keuangan ketat yang diberlakukan oleh Amerika Serikat.

Sanksi AS yang diintensifkan selama pandemi menjadi hambatan utama bagi upaya negara untuk maju dalam pembangunan ekonomi dan sosialnya dan dalam pelaksanaan Agenda 2030.

Namun begitu, ia meratifikasi keinginan untuk membangun bangsa yang berdaulat, mandiri, sosialis, demokratis, sejahtera dan berkelanjutan.

Kuba tetap pada komitmennya untuk Agenda 2030 dan menetapkan bahwa negara Antillen mempromosikan pembangunan manusia seutuhnya dan integral, dengan penekanan pada kesetaraan dan standar hidup yang lebih tinggi bagi penduduk.

"Kuba akan terus mempromosikan inovasi, penelitian ilmiah dan pembangunan aliansi antara berbagai aktor di masyarakat sebagai alat penting untuk pemulihan dan kemajuan," katanya.

Dia menambahkan bahwa pulau itu mempertahankan niatnya untuk berbagi pengalaman dengan negara lain dalam kerangka kerja sama Selatan-Selatan.

Di sisi lain, ia menyerukan multilateralisme yang diperbarui dan diperkuat, untuk kerja sama dalam memecahkan masalah.

"Membangun dunia yang kita impikan adalah tugas besar tetapi mungkin, jika kita meninggalkan keegoisan dan bekerja sama untuk mengubah tatanan internasional yang tidak adil saat ini menjadi tatanan yang lebih adil, demokratis, dan setara di mana, pada akhirnya, tidak ada yang tertinggal," katanya. 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya