Berita

Ketua GNPF-Ulama, Ustaz Yusuf Martak

Politik

Bagi GNPF Ulama, Penganiayaan terhadap Penista Agama M.Kece Patut Disyukuri Umat Islam

MINGGU, 19 SEPTEMBER 2021 | 20:41 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Penganiayaan yang dialami oleh tersangka kasus penistaan agama, M. Kece patut disyukuri umat Islam yang merasakan penderitaan dan sakit hatinya umat muslim.

Hal itu disampaikan oleh Ketua GNPF-Ulama, Ustaz Yusuf Martak mendengar kabar penganiayaan yang dialami oleh M. Kece di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bareskrim Polri.

"Mendengar Mat Kece bong dihajar di dalam tahanan bagi saya secara pribadi saya mensyukurinya dan seharusnya juga disyukuri oleh seluruh umat Islam yang masih sempurna ke Islamannya dan taat pengabdiannya pada Allah dan Rasulnya," ujar Yusuf Martak kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (19/9).


Bahkan menurut Yusuf, peristiwa yang dialami Kece juga patut disyukuri oleh rakyat sipil, aparat keamanan, aparat penegak hukum, pemerintah hingga Presiden serta termasuk oknum-oknum Kantor Staf Presiden (KSP) yang sedang mengemban tugas secara ugal-ugalan di depan umum dalam membuat diksi dalam ucapan-ucapannya yang tidak sopan.

"Tapi perlu diingatkan juga saran ini hanya bagi pemeluk agama Islam yang benar, bukan islam KTP dan Islam belangkon yang tidak jelas identitasnya," kata Yusuf.

Yusuf pun berpandangan, apa yang dialami Kece saat ini masih kurang. Karena, lebih dari penganiayaan juga pantas dialami oleh Kece.

"Kalau Mat Kece bong merasa menderita secara fisik atau batin, apakah Kece si penghianat ini pernah ikut merasakan menderita dan sakit hatinya umat Islam atas ujaran-ujarannya yang sangat kotor dan jahat? perlakuan yang dia rasakan bahkan lebih dari yang dialami sekarang juga masih pantas," jelas Yusuf.

Yusuf pun mengajak masyarakat khususnya umat Islam untuk merenungkan apa yang dialami oleh Kece setelah dijadikan sebagai tersangka kasus UU ITE dan penistaan agama.

"Yang perlu direnungkan oleh ummat Islam yang di cintai Allah, mat Kece bong kenapa sampai digebukin dan dihinakan dalan tahanan? ini bukan terjadi begitu saja tapi ini adalah ikut campur tangan Allah YME," terang Yusuf.

"Kenapa saya menyatakan begitu, karena saya merasakan ada keanehan besar dalam kejadian ini, karena kejadian ini dilakukan oleh aparat Polisi sendiri yang kebetulan mencintai agamanya dan kalau tidak salah NB (Napoleon Bonaparte) masih aktif di kesatuannya, Allahu Akbar," pungkas Yusuf.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya