Berita

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat/Ist

Politik

Ide Anugerah Kebudayaan PWI Pusat untuk Bupati/Walikota Muncul Usai Runtuhnya Orde Baru

SABTU, 18 SEPTEMBER 2021 | 09:09 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ide Anugerah Kebudayaan PWI Pusat (AK-PWI) yang ditujukan untuk bupati/walikota ternyata berasal dari Temu Redaktur Kebudayaan (TRK) se-Indonesia yang berlangsung pada tahun 2014 silam di Siak, Riau.

Kala itu, acara tahunan PWI Pusat itu dilakukan dengan bekerja sama bareng Direktorat Jenderal Kebudayaan dengan mengangkat tema "Pers, Politik Kebudayaan dan Kebudayaan Politik".

"Ide anugerah kebudayaan ini saya dapatkan setelah menggelar TRK di Siak, Riau tahun 2014. Pada saat itu Bupati Siak, Pak Syamsuar yang kini menjabat Gubernur Riau," papar Ketua Pelaksana AK-PWI, Yusuf Susilo Hartono dalam Sosialisasi AK-PWI pada HPN 2022 di Kendari, Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu.


Ia mengisahkan, saat itu banyak hal penting terkait realitas pers, politik kebudayaan dan kebudayaan politik. Di antaranya era otonomi daerah yang desentralistik usai runtuhnya Orde Baru yang sentralistik memunculkan bupati/walikota hasil iklim politik transaksional.

Saat itu, pers sebagai pilar keempat demokrasi, harus turut ambil bagian. Selain melalui pemberitaan dan kontrol sosial, pers dapat mengapresisasi melalui sebuah ajang penghargaan.

"Maka untuk memajukan kebudayaan nasional, perlu memperkuat kapasitas dan kapabilitas bupati/walikota," lanjutnya.

Ide tersebut kemudian diajukan ke Ketua Umum PWI Pusat saat itu, Margiono dan langsung setuju. Setahun kemudian AK-PWI pertama digelar, hasilnya diumumkan pada puncak peringatan HPN 2016 di Lombok, NTB.

Penghargaan diserahkan di depan Presiden oleh Menko PMK Puan Maharani, kepada tujuh kepala daerah di antaranya Bupati Banyuwangi, Azwar Anas; Bupati Purwakarta, Dedy Mulyadi; Walikota Bandung, Ridwan Kamil, dan Bupati Wakatobi, Hugua.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya