Berita

Wamentan saat mengunjungi Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (BALITTRI) di Parungkuda, Sukabumi/Ist

Nusantara

Penuhi Keinginan Jokowi, Wamentan Janji Kunkernya Solutif Bukan Hanya Ceremoni

KAMIS, 16 SEPTEMBER 2021 | 22:36 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Dilatari oleh Presiden Joko Widodo yang berfikir teknis, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Harvick Hasnul berjanji dalam setiap rangkaian kunjungan kerja (kunker)-nya ke berbagai daerah, tak akan bersifat seremonial. Namun benar-benar menyerap informasi langsung dari lapangan, dan untuk memberi solusi nyata dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Hal ini disampaikan Wamentan saat mengunjungi Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (BALITTRI) di Parungkuda, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (16/9).

Upaya memberi solusi dalam kunjungan kerjanya itu, langsung dibuktikan Wamentan saat berdiskusi langsung dengan sejumlah petani dari Jawa Barat. Seperti yang dirasakan petani muda Robin Nur Iskandar (25 tahun), asal Cikidang, Sukabumi. Petani milenial yang bergerak di bidang budidaya jamur ini, mengeluh kepada Wamentan soal kesulitannya dalam upaya perluasan lahan pertanian jamur di daerahnya.


Menurut Robin, saat dirinya curhat langsung kepada Bupati Sukabumi tentang niatnya mengembangkan budidaya jamur dengan ingin memanfaatkan lahan Perhutani, ia justru diminta bernegosiasi sendiri dengan pihak Perhutani.

"Jadi saya berharap Pak Wamen, bisa membantu kami untuk dapat memanfaatkan lahan Perhutani itu," harapnya.

Mendengar keluhan itu, Wamentan Harvick Hasnul Qolbi berjanji akan segera berbicara dengan Bupati Sukabumi. Ia akan meminta Bupati setempat agar segera membantu Robin, dalam menegosiasikan keinginannya dengan pihak Perhutani di wilayah Sukabumi.

"Saya akan bantu rencana penggunaan lahan Perhutani. Tetapi masing-masing kabupaten punya peraturan daerahnya sendiri, jadi saya tetap harus berbicara dahulu dengan Pak Bupati, tidak bisa bypass," ujar Wamentan, yang bersama Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Jalil, tergabung dalam Tim Perluasan Lahan Pertanian, sesuai intruksi presiden.

Dalam kesempatan itu, Wamentan juga langsung memberikan secara gratis Bibit Kelapa bersertifikat dari BALITTRI kepada
Akbar, petani asal Kabupaten Subang, Jawa Barat. Sebelumnya, Akbar mengeluh kepada Wamen, tentang proposal permintaan bibitnya ke Balitbang Perkebunan di Bogor, yang belum ditanggapi, padahal sudah cukup lama diajukan.

"Saat ini juga, proposal permintaan bibit kelapa yang Pak Akbar sampaikan, saya penuhi. Dan bibit kelapa dari BALITTRI ini harus benar-benar ditanam dan dikembangkan daerah bapak," pinta Wamentan, yang berniat akan sidak mengunjungi lahan pertanian kelapa milik Akbar di Kab. Subang.

Solusi lain yang dilakukan Wamentan, ketika meninjau Laboratorium Penelitian Bioenergi BALITTRI, yang telah berhasil memproduksi Biodesel dari bahan baku CPO (Crude Palm Oil) atau minyak kelapa sawit.

Menurut Kapus Balitbang Perkebunan Ir. Syafaruddin, P.hd., dari proses penelitian 15 tahun tim peneliti BALITTRI, kini telah berhasil mengolah 1 Metrik Ton CPO menjadi 820 Metrik Gram Biodesel.

"Ini tentu sebuah hasil penelitian yang menggembirakan. Karena, 82 persen bahan CPO yang diolah, mampu dijadikan bahan bakar biodiesel berkualitas," ungkapnya.

Mendapat laporan keberhasilan itu, Wamentan berjanji akan segera melaporkan langsung kepada Presiden Joko Widodo,  dalam forum Rakor Kabinet Indonesia Maju.

"Keberhasilan Tim Peneliti BALITTRI ini patut diapresiasi. Karenanya, saya akan laporkan langsung kepada presiden dalam Rakor Kabinet mendatang, agar diambil langkah-langkah strategis berkaitan dengan keberhasilan produksi bioenergi ini," jelas Wamentan.

Lebih jauh Wamentan Harvick Hasnul Qolbi dalam setiap kunkernya, juga selalu menantang petani milenial agar melakukan inovasi. Juga ia tak bosan-bosan mengajak pemerintah daerah, agar segera mendirikan perusahaan daerah.

Sebab menurutnya, ada beberapa kabupaten di Indonesia yang cukup maju dan kaya secara potensi sumber daya manusia dan alamnya, namun tak punya perusda atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

"Ini kan sangat disayangkan sekali. Karena Presiden mengharapkan agar hilirisasi hasil pertanian harus terus digalakkan, untuk mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional. Dengan adanya 'Satu Pemda Satu Perusda' proses hilirisasi akan maju, dan lapangan kerja pasti akan terbuka," tandas Wamentan.


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya