Berita

Letjen TNI Dudung Abdurrachman/Net

Politik

PP Muhammadiyah: Letjen Dudung Bicara dalam Kerangka Kebangsaan di Lingkungan TNI

KAMIS, 16 SEPTEMBER 2021 | 16:29 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Dudung Abdurrachman soal fanatisme dalam beragama merupakan upaya untuk menjunjung tinggi kebersamaan, toleransi dan moderasi di lingkungan TNI.

Demikian disampaikan Ketua PP Muhammadiyah Prof Dadang Kahmad kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Kamis sore (16/9).

"Kita memaklumi bahwa beliau berbicara dalam kerangka kebangsaan. Menurut saya beliau menghendaki prajurit TNI Menjunjung tinggi kebersamaan, toleransi dan moderat," kata Prof Dadang.


Adapaun menurut Dadang, terkait ucapan Letjend Dudung soal frasa "semua agama benar di mata Tuhan" dimaksudkan untuk dikembalikan ke masing-masing pemeluk agama.

Sedangkan, mengenai fanatisme agama sendiri ada baiknya. Tetapi dengan catatan, tidak boleh terlalu fanatik alias fanatik buta yang menganggap selain dirinya salah semua hingga menebar kebencian.

"Itu kurang baik. Semua pemeluk agama boleh saja fanatik tapi menghormati dan menghargai keberagamaan orang lain. Harus penuh cinta kasih tidak boleh membenci bahkan saling merendahkan," demikian Dadang.

Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurrachman sebelumnya mengingatkan seluruh jajarannya di Kostrad untuk tidak bersikap fanatik terhadap agama.

Menurutnya, semua agama sama di mata Tuhan Yang Maha Esa.

"Bijaklah dalam bermain media sosial sesuai dengan aturan yang berlaku bagi prajurit. Hindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama. Karena semua agama itu benar di mata Tuhan," kata Dudung, Selasa (14/9) lalu.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya