Berita

Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi/Net

Politik

Bobby Rizaldi: Pesan Letjen Dudung Abdurachman Hal Biasa, Tidak Perlu Dipolemikkan

KAMIS, 16 SEPTEMBER 2021 | 10:21 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pesan dari Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Dudung Abdurachman kepada para prajuritnya harus dipahami secara utuh agar tidak terjadi salah persepsi.

Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi mengatakan, pada dasarnya pernyataan Letjen Dudung adalah hal yang biasa disampaikan seorang pemimpin kepada prajurit.

"Sebenarnya biasa saja, maksudnya agar prajurit bijak bermedsos dan saling menghormati keyakinan masyarakat lain yang berbeda," ujar Bobby kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis pagi (16/9).


Bobby pun sepakat dengan pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bahwa fanatisme agama itu untuk diri sendiri.

"Jadi (pernyataan Letjen Dudung) tidak perlu dipolemikkan menjadi anti agama, atau narasi-narasi lain yang mempertanyakan keagamaan beliau," katanya.

Legislator Partai Golkar ini menangkap pesan tersendiri dari pernyataan Letjen Dudung. Yakni, supaya publik di Indonesia tidak terjebak dengan glorifikasi dari keberhasilan Taliban menguasai Afghanistan.

"Semangat Pak Dudung mungkin agar jangan ada glorifikasi berkuasanya Taliban di Afghanistan dan menguatkan sikap patriotik bela negara,” sambungnya.

Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman mengingatkan jajarannya untuk tidak bersikap fanatik terhadap agama saat memberikan pengarahan di Batalyon Zeni Tempur 9/Lang-lang Bhuana Kostrad, di Ujungberung, Bandung, Jawa Barat, Senin kemarin (13/9).

Menurut Dudung, semua agama sama di mata Tuhan Yang Maha Esa.

"Bijaklah dalam bermain media sosial sesuai dengan aturan yang berlaku bagi prajurit. Hindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama. Karena semua agama itu benar di mata Tuhan," kata Dudung.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya