Berita

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno/Net

Politik

Sandiaga Didoakan Jadi Capres 2024, Hendri Satrio: Emak-emak Yang Penting Merakyat Dan Jujur

RABU, 15 SEPTEMBER 2021 | 13:10 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Harapan emak-emak kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, untuk ikut berlaga di Pilpres 2024 adalah suara kejujuran dari dalam hati.

Begitu dikatakan Founder KedaiKOPI, Hendri Satrio, dalam webinar Salam Institut dengan tema "Menakar Elektabilitas Figur Capres 2024 Pilihan Emak-emak" yang digelar virtual, Rabu (15/9).
 
Nama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, disebut-sebut dalam diskusi yang diadakan secara daring tersebut.


Hendri Satrio menyebutkan, setidaknya ada tiga kriteria calon presiden pilihan perempuan, terutama kalangan emak-emak. Ketiga kriteria itu adalah merakyat, tegas, dan jujur.

"Emak-emak tuh kan yang penting orangnya merakyat, cerdas, jujur, berdasarkan hasil survei," kata Hendri Satrio.

Sementara, Direktur Perludem Titi Anggraini mengatakan, kalangan pemilih perempuan seharusnya menjadi sasaran pergerakan pasangan calon. Terlebih, pemilih perempuan pada pemilu 2019 lebih banyak ketimbang laki-laki.

"Harusnya perempuan juga menjadi wilayah pergerakan paslon. Paslon juga menghadirkan perempuan bukan hanya diperlukan suara, tapi menghadirkan perempuan yang terdengar masuk ke dalam visi misi yang akan paslon buat," katanya .

Senada dengan Titi, Ketua Umum PP Wanita PUI, Iroh Siti Zahroh menyampaikam, perempuan akan punya peranan penting pada Pilpres 2024 nanti. Sebab, hampir 50 persen dari 270 juta rakyat Indonesia adalah kalangan emak-emak.

Selain itu, Iroh juga menyebutkan data lain yang menunjukkan sebanyak 27,95 persen dari total populasi penduduk Indonesia adalah generasi Z.

"Nah itu (generasi Z) juga ada perempuan, belum jadi emak-emak. Biasanya kalau dari segi umur ini sebagai pemilih pemula. Jadi kunci juga bahwa perempuan ini memiki kontribusi dalam pemilihan," tuturnya.

Iroh juga menjelaskan, soal kriteria pemimpin yang diinginkan emak-emak. Di antara sosok pemimpin yang diinginkan emak-emak adalah alim, bisa membangkitkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), berpengalaman, hingga memiliki kapabilitas.

Saat ditanya apakah kriteria tersebut mengarah pada sosok Menparekraf Sandiaga Uno, Iroh tidak menjelaskan secara gamblang. Namun, Iroh menyebut Sandiaga sebagai pribadi yang jujur.

"Kami hanya menyampaikan kriteria. Misalnya salah satunya tadi yang disinggung, Bang Sandiaga Uno, kenapa (dia) jujur, karena memang dia menyampaikan LKHPN-nya itu ya real apa adanya. Background juga keluarga (baik), dia pengalamannya profesional," pungkasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya