Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Jika Amandemen Konstitusi Hanya PPHN, Agenda Rakyat Harus Masuk di Dalamnya

Oleh : Yudi Syamhudi Suyuti*
SELASA, 14 SEPTEMBER 2021 | 23:50 WIB

PERDEBATAN tentang amandemen konstitusi masih terus terjadi, sampai MPR benar-benar merealisasikan ide tersebut secara material.

Namun dari berbagai arus spekulasi yang terjadi, baik di dalam maupun di luar parlemen, MPR masih tetap konsisten hanya PPHN (Pokok-Pokok Haluan Negara) yang menjadi main goals-nya di amandemen tersebut.

Jika memang hanya PPHN (reinkarnasi GBHN) yang akan diusung, maka pertarungan kita untuk mendorong politik rakyat adalah mempengaruhi agar agenda politik rakyat masuk di dalam PPHN tersebut.


Pokok-pokok agenda politik rakyat yang substansial adalah demokrasi langsung, prinsip-prinsip kemanusiaan, hak-hak masyarakat adat dan pembangunan ekonomi dari bawah ke atas (bottom up).

Untuk mengkonkritkan itu secara praktis diperlukan sebuah Badan Inisiatif Warga Negara sebagai saluran politik rakyat yang dapat terlibat langsung dalam keputusan-keputusan negara dari tingkat lokal hingga nasional dalam hal ekonomi, sosial, budaya, keamanan dan pertahanan rakyat warga negara. Implikasinya adalah memperkuat tatanan rakyat, negara dan demokrasi nasional.

Dengan tatanan ini, maka akan tercapai titik temu pembangunan dari bawah ke atas (bottom up) dan dari atas ke bawah (top down). Pola pembangunan seperti itu yang mampu membawa arah pembangunan berkelanjutan.

Untuk itu, sudah seharusnya MPR mulai membuka rencana isi dari PPHN yang akan ditetapkan nantinya. Tentu MPR harus membuka diri kepada rakyat dan menyerap agenda politik rakyat agar dapat masuk di dalan PPHN.

*Aktivis Kemanusiaan

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya