Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Mayoritas Warga Hong Kong Mengaku Kabur ke Taiwan Karena Alasan Politik

SENIN, 13 SEPTEMBER 2021 | 15:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Situasi politik yang kacau dan mengerikan membuat warga Hong Kong beramai-ramai mengajukan permohonan tinggal di Taiwan. Terlebih sejak diberlakukannya Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong pada Juli tahun lalu.

Sumber yang dekat dengan masalah tersebut mengatakan kepada Taipei Times, bahwa warga yang meninggalkan Hong Kong telah memohon perlindungan dengan mengajukan Pasal 18 Undang-Undang yang Mengatur Hubungan dengan Hong Kong dan Makau, yang isinya antara lain, “Bantuan yang diperlukan harus diberikan kepada penduduk Hong Kong atau Makau yang keselamatan dan kebebasannya terancam karena alasan politik."

Lebih dari 100 orang menyebut faktor politik sebagai alasan mengapa mereka lari negaranya.


Mereka yang mencari bantuan melalui undang-undang tersebut dapat mengajukan permohonan tempat tinggal sementara atau permanen di Taiwan, kata sumber tersebut, menambahkan bahwa Kantor Layanan dan Pertukaran Taiwan-Hong Kong di Taipei membantu warga Hong Kong dengan aplikasi mereka.

"Dewan Kerjasama Ekonomi dan Budaya Taiwan-Hong Kong telah menganggarkan 31,42 juta New Taiwan Dollar (setara 1,13 juta dolar AS) untuk memberikan layanan kepada warga Hong Kong tahun depan, termasuk menawarkan bantuan kepada penduduk wilayah yang ingin datang ke Taiwan," kata sumber tersebut.

Direktur Jenderal Asosiasi Hong Kong Taiwan Sang Pu mengatakan dia menghargai bantuan yang telah diberikan Dewan Urusan Daratan Hong Kong kepada warga Hong Kong, tetapi menyatakan harapan bahwa pelamar tidak akan diberi label 'pengungsi politik' atau diminta untuk menunjukkan bukti partisipasi dalam protes.

"Persyaratan seperti itu akan menempatkan pelamar dalam risiko jika informasi mereka bocor dan juga akan membatasi mereka yang memenuhi syarat untuk melamar," katanya.

Statistik dari Biro Keamanan Hong Kong menunjukkan bahwa sekitar 10.500 warga Hong Kong beremigrasi tahun lalu, yang merupakan pertama kalinya sejak 2006 lebih dari 10.000 orang pindah dari wilayah itu dalam satu tahun.

Statistik menunjukkan, emigrasi dari Hong Kong tetap tinggi dari tahun 1996 hingga 2002, tetapi kemudian turun setiap tahun hingga mencapai titik tertinggi lagi tahun lalu.

Data tersebut juga menunjukkan, mereka yang beremigrasi menyukai Australia, Kanada, dan AS, dalam urutan itu.

Namun, jumlah sebenarnya dari mereka yang beremigrasi tahun lalu mungkin lebih tinggi dari perkiraan, karena angka tersebut tidak termasuk mereka yang pindah ke Taiwan, atau mereka yang memiliki paspor British National Overseas pindah ke Inggris.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen pada Mei tahun lalu juga telah menyerukan inisiatif untuk mendukung warga Hong Kong yang berjuang untuk demokrasi dan kebebasan.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya