Berita

Polisi Perbatasan Israel di desa Nau'ra mencari buronan dari penjara Gilboa di Israel utara/Net

Dunia

Polisi Israel: Buronan dari Penjara Gilboa Mencari Tumpangan ke Tepi Barat

SENIN, 13 SEPTEMBER 2021 | 07:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kepolisian Israel terus melanjutkan pengejaran terhadap buronan Palestina yang tersisa. Pencarian kali ini difokuskan di Lembah Jezreel dan Jenin, menurut laporan Times of israel, Minggu (12/9). Pencarian kemungkinan akan menemukan kesulitan terutama mengingat adanya serangan di Tepi Barat baru-baru ini.

Enam narapidana Palestina kabur dari penjara Gilboa, yang disebut-sebut memiliki keamanan tingkat tinggi, pada pekan lalu. Empat buronan berhasil ditangkap petugas dan dua lainnya masih dalam pengejaran.

Badan keamanan Israel, Shin Bet, mengatakan, para buronan setelah berhasil kabur lewat terowongan penjara, berjalan kaki ke kota terdekat Na'ura, yang letaknya sekitar 7 kilometer dari penjara Gilboa. Mereka memohon tumpangan kepada beberapa penduduk untuk mengantar mereka ke kota Jenin di Tepi Barat, tetapi ditolak.


Mereka kemudian menghabiskan waktu kurang dari satu jam di sebuah masjid setempat di mana mereka mandi dan berganti pakaian sebelum berangkat ke luar kota. Diduga, mereka sempat menginap di masjid tersebut.

Para warga melaporkan keberadaan sekelompok orang yang mencurigakan kepada polisi. Pasukan pun dikerahkan ke sepanjang perbatasan Tepi Barat.

Enam buronan itu memutuskan untuk berpencar. Namun, akhirnya, polisi berhasil menangkap dua buronan di Nazareth pada Jumat malam (10/9). Beberapa jam kemudian, dua orang lainnya ditangkap di kota terdekat Shibli�"Umm al-Ghanam.

Enam buronan tersebut terlibat dalam kejahatan teroris. Menteri Keamanan Publik Omer Barlev mengatakan, aparat tidak akan berhenti sampai menemukan dua buronan yang tersisa.

“Perkiraan seseorang telah berhasil sampai ke Tepi Barat. Yang lain bisa berada di kedua sisi Jalur Hijau. Kami akan menangkap mereka," katanya dalam sebuah wawancara televisi.

Kepala Staf Angkatan Pertahanan Israel Aviv Kohavi menegaskan, mereka tengah menghitung waktu.

“Kami tidak akan berhenti sampai mereka tertangkap,” kata Kohavi.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya