Berita

Topan Chanthu melintasi wilayah Taiwan pada akhir pekan ini dan menyebabkan ratusan jadwal penebangan dibatalkan/Net

Dunia

Topan Chanthu Lintasi Taiwan, Ratusan Jadwal Penerbangan dan Pelayaran Dibatalkan

MINGGU, 12 SEPTEMBER 2021 | 17:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Topan Chanthu melintasi wilayah Taiwan pada akhir pekan ini. Topan yang membawa serta angin kencang dan hujan lebat itu sempat mengganggu jalur perjalanan dan memutus aliran listrik ke beberapa rumah.

Meski begitu, topan tidak sampai membuat pulau itu terkena hantaman langsung.

Merujuk pada Biro Cuaca Pusat Taiwan, Topan Chanthu yang menimpa di Taiwan telah diturunkan dari kategori "topan super" sejak pembentukannya yang cepat minggu lalu.


Tepi luar Chanthu menghantam garis pantai timur Taiwan akhir pekan ini. Namun pusat badai tetap berada di laut saat bergerak ke utara.

Wilayah yang paling parah terkena dampak adalah wilayah timur Hualien dan Taitung. Dampak yang diterima adalah turunnya hujan lebat dengan intensitas sekitar 200 mm sejauh ini.

Akibat topan tersebut, sebanyak 159 penerbangan telah dibatalkan. Selain itu, semua layanan feri ke pulau-pulau lepas pantai juga ditangguhkan, bersama dengan beberapa rute kereta api.

Bukan hanya itu, sekitar 26 ribu rumah tangga kehilangan listrik.

"Topan itu cukup kuat dan dampaknya paling jelas hari ini membawa angin kencang, hujan, dan ombak sebelum berangsur-angsur menjauh besok," kata peramal cuaca Hsu Chung-yi, seperti dikabarkan Channel News Asia.

Untuk mencegah kemungkinan terburuk, sekitar 2.600 orang di daerah rawan longsor di sekitar Hualien telah dievakuasi sementara sekitar 31 ribu tentara bersiaga untuk pekerjaan bantuan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya