Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Media China: Dunia akan Menuai Banyak Keuntungan Jika Beijing dan Washington Mau Bergandengan Tangan

SABTU, 11 SEPTEMBER 2021 | 12:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Memperbaiki hubungan China-AS bukanlah pilihan, tetapi sesuatu yang harus dilakukan kedua belah pihak dan harus dilakukan dengan baik. Ini juga sebuah premis yang perlu diingat kedua belah pihak ketika mengelola hubungan mereka.

Begitu ditulis media China Xinhua dalam artikelnya usai percakapan telepon antara Xi Jinping dan Presiden AS Joe Biden pada Jumat (10/9).

“Memang benar bahwa China dan Amerika Serikat berbeda dalam ideologi, sistem sosial, sejarah dan budaya. Namun, jika sejarah menjadi pedoman, perbedaan tidak serta merta menjadi penghalang bagi perkembangan hubungan China-AS,” tulis Xinhua.


“Kedua negara sama-sama memperoleh keuntungan dari kerja sama daripada dari konfrontasi,” lanjutnya.

Dalam artikelnya mereka juga mencatat jika kedua kekuatan ekonomi terbesar dunia itu bergandengan tangan maka akan berdamp;ak positif bagi banyak negara.

“Sayangnya, hubungan China-AS selama beberapa tahun terakhir mengalami kesulitan serius karena beberapa kebijakan China. Dan tampaknya pemerintahan AS saat ini belum menghilangkan berbagai kesalahpahaman yang mendalam tentang China, dan masih mengambil isyarat dari pendahulunya dalam menangani interaksi dengan Beijing,” kata artikel tersebut.

Media itu juga mengatakan China selalu jelas dan konsisten ke arah mana hubungan bilateral harus diambil.

“Seperti yang dikatakan Xi pada hari Jumat, kedua belah pihak harus melihat ke depan dan terus maju, menunjukkan keberanian strategis dan tekad politik, dan membawa hubungan China-AS kembali ke jalur yang benar dari pembangunan yang stabil sesegera mungkin,” tulisnya.

Untuk itu, katanya, departemen-departemen terkait dari kedua negara, atas dasar saling menghormati keprihatinan utama masing-masing dan mengelola perbedaan dengan baik, dapat melanjutkan keterlibatan dan dialog mereka, serta memajukan koordinasi dan kerja sama mengenai perubahan iklim, respons Covid-19, dan pemulihan ekonomi seperti pada isu-isu internasional dan regional utama.

“Sudah saatnya Washington mulai melihat perkembangan China secara objektif dan rasional, dan mengambil tindakan nyata untuk menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi perkembangan hubungan bilateral yang sehat,” katanya.

Di era saling ketergantungan global yang meluas ini, apakah Cina dan Amerika Serikat dapat menangani hubungan mereka dengan baik adalah pertanyaan abad ini.

“Untuk itu, Washington harus bergabung dengan Beijing dalam memberikan jawaban yang baik.”

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya