Berita

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto/Ist

Publika

Rebutan Panglima TNI

Oleh: Tony Rosyid*
SABTU, 11 SEPTEMBER 2021 | 08:30 WIB

MARSEKAL TNI Hadi Tjahjanto akan segera pensiun. Tepatnya di bulan November 2021. Hanya tinggal dua bulan lagi. Siapa penggantinya?

Ada dua nama yang santer di media. Yaitu Jenderal TNI Andika Perkasa, yang sekarang menjabat sebagai KSAD, dan Laksamana TNI Yudo Margono, sekarang menjabat KSAL.

Siapa yang tidak ingin jadi Panglima TNI? Tentu semua ingin, karena ini posisi paling puncak dalam karier TNI.


Nasib kedua jenderal ini ada di tangan Presiden Jokowi. Sebab, pemilihan Panglima TNI menjadi otoritas presiden. Tentu melalui mekanisme pengajuan ke DPR terlebih dahulu.

Publik penasaran siapa dari dua jenderal ini yang akan dipilih Presiden Jokowi.

Dalam UU TNI Pasal 13 poin 4 disebutkan  bahwa jabatan Panglima TNI sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat dijabat secara bergantian oleh perwira tinggi aktif dari tiap-tiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.

Kalau melihat aturan ini, maka ada semacam "peluang" untuk bergiliran. Jika sebelumnya Panglima TNI dijabat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dari Angkatan Darat, lalu Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dari Angkatan Udara, maka saat ini Angkatan Laut punya peluang.

Sebagai KSAL, Yudo Margono mempunyai peluang cukup besar untuk menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto. Sekali lagi, ini jika Presiden Jokowi menggunakan pertimbangan UU TNI Pasal 13 poin 4 tersebut. Meskipun tidak ada keharusan, karena sifatnya "boleh".

Namun, jika melihat popularitas, Jenderal TNI Andika Perkasa saat ini adalah perwira tinggi TNI yang lebih sering tampil di publik, ditambah lagi statusnya sebagai menantu Jenderal (Purn) AM Hendropriyono yang dianggap cukup punya hubungan dekat dengan Presiden Jokowi, maka KSAD juga punya peluang.

Hanya saja, jabatan Panglima TNI bukan jabatan politik, tapi jabatan profesional. Dalam konteks ini, popularitas dan kedekatan politik seringkali kurang berpengaruh.

Hal yang tidak kalah untuk dipertimbangkan adalah kebutuhan bangsa terhadap tantangan keamanan bagi Indonesia ke depan, baik tantangan regional, nasional maupun global. Ini mesti menjadi pertimbangan, karena TNI berada di garis terdepan terkait dengan kedaulatan bangsa.

Terutama ketegangan yang sedang terjadi di Laut China Selatan mesti mendapat perhatian khusus.

Di sisi lain, soal loyalitas kepada presiden. Presiden Jokowi juga akan mempertimbangkan aspek loyalitas calon Panglima TNI. Tidak saja loyalitas kepada negara, tapi juga loyalitas kepada presiden. Ini pertimbangan wajar dan manusiawi. Tentu, presiden juga akan mempertimbangkan peluang sinergitas kerja Panglima TNI dengan dirinya.

Intinya, Presiden Jokowi juga ingin kerja yang nyaman dan tidak dihantui kekhawatiran adanya kemungkinan manuver yang datang dari personal TNI. Apalagi, saat ini, eskalasi politik jelang Pilpres 2024 sedang tinggi.

Belajar dari kasus diberhentikannya Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dari jabatan Panglima TNI sebelum masa pensiun, ini setidaknya telah memberi pengalaman tersendiri yang cukup berarti bagi Presiden Jokowi.

Bagi rakyat, siapapun yang akan jadi Panglima TNI, yang penting ia bisa bekerja profesional, membawa kemajuan bagi TNI secara institusional, serta menjamin perlindungan terhadap kedaulatan negara dan rakyatnya.

*Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Jauhkan Anasir Politik dari Persidangan Roy Suryo Cs

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:18

Legislator PDIP Soroti Prinsip Gotong Royong Koperasi Buntut Meninggalnya Dua Calon Manajer KDMP

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:12

Saham Teknologi Seret Nasdaq dan S&P 500

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:03

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Emas Jatuh 3,3 Persen, Investor Waspadai Kenaikan Suku Bunga The Fed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:46

DAX Tertekan Anjloknya Rheinmetall, Bursa Eropa Bergerak Mixed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:30

Jejak Karir Listyo Sigit Diungkap dalam Buku 'Sang Arsitek Presisi Polri'

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:28

Misteri Rp250 Juta KDM, Taufik Hidayat Sudah Ditangkap, Eh ... Hadiahnya Malah Buron

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:00

Merayakan Hari Pelaut sebagai Sandera

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:55

Tanpa Nurani

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:33

Selengkapnya