Berita

Serangan 11 September 2001/Net

Dunia

20 Tahun Peristiwa 9/11, China: Amerika Harus Ambil Pelajaran Mendalam dari Perang Afghanistan

SABTU, 11 SEPTEMBER 2021 | 07:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Peringatan 20 tahun serangan 11 September atau sering disebut sebagai 'Serangan 9/11'  mestinya menjadi 'peringatan' kepada dunia luas untuk membasmi terorisme.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, mengomentari momen bersejarah bagi Amerika Serikat itu dalam briefing Jumat (10/9), dengan seruan agar negara-negara bekerja sama dalam upaya melawan terorisme dan menghindari standar ganda dan fitnah terhadap kontra-terorisme dan deradikalisasi

"Teroris adalah teroris. Mengkategorikan teroris berdasarkan kepentingan politik pada dasarnya memaafkan kegiatan teroris, yang sangat merusak kerja sama kontra-terorisme internasional," kata Zhao, seperti dikutip dari Global Times.


Zhao juga mengatakan bahwa AS harus belajar dari perang 20 tahun di Afghanistan, yang nyatanya tidak bisa menghilangkan ancaman teror dan sebaliknya, jumlah teroris dan organisasi tetap tumbuh di Afghanistan.

"Kami dengan tegas menentang menyerang dan mendiskreditkan tindakan kontra-terorisme dan deradikalisasi negara lain yang sah dengan kedok melindungi etnis minoritas dan kebebasan beragama," kata Zhao.

Para pengamat mengatakan bahwa komentar tersebut mengirimkan pesan yang jelas kepada AS bahwa mereka harus membersihkan kekacauan yang ditinggalkannya di Afghanistan, belajar dari kegagalannya sejak 9/11, dan berhenti mengotori urusan dalam negeri China dan upaya kontra-terorisme.

Menanggapi pertanyaan lain tentang janji kontra-terorisme Taliban Afghanistan, Zhao mendesak Taliban untuk melepaskan diri dari semua organisasi teroris, termasuk Gerakan Islam Turkistan Timur (ETIM) dan mengambil tindakan efektif untuk menindak tegas dan menghilangkan kelompok tersebut secara menyeluruh, yang, katanya, menimbulkan ancaman langsung terhadap keamanan nasional dan integritas wilayah China.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya