Berita

Pejuang Taliban berjalan melalui landasan setelah pesawat Qatar Airways lepas landas dari bandara di Kabul pada 9 September 2021/Net

Dunia

Gedung Putih Puji Sikap Profesional Taliban karena Izinkan Warga AS dan Sipil Tinggalkan Kabul

JUMAT, 10 SEPTEMBER 2021 | 13:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kesediaan Taliban untuk mengizinkan warga AS dan penduduk Afghanistan yang ingin keluar dari Kabul mendapat pujian dari Gedung Putih.

Mereka  menilai keputusan yang diambil Taliban sebagai sesuatu yang profesional dan kooperatif.

Dalam keputusan terbarunya, Taliban telah bekerja sama dalam memfasilitasi keberangkatan warga negara Amerika dan penduduk tetap yang sah dengan penerbangan charter dari Bandara Internasional Hamid Karzai pada Kamis (9/9) waktu setempat.


"Mereka telah menunjukkan sikap fleksibilitas dan  profesional dalam upaya ini. Ini adalah langkah pertama yang positif,” kata Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Emily Horne, seperti dikutip dari Reuters.

Tak hanya Gedung Putih, pujian untuk Taliban kemudian datang juga dari Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken.

“Tim kami di Doha serta Perwakilan Khusus Zalmay Khalilzad telah melakukan kontak rutin dengan para pejabat Taliban dalam beberapa hari terakhir, dan kami telah menekankan bahwa langkah-langkah tambahan seperti ini akan dilihat secara positif oleh komunitas internasional,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Sebuah penerbangan dengan hampir 200 penumpang, termasuk warga AS dan Inggris serta warga Afghanistan yang berisiko, mendarat di Doha Kamis malam setelah sebelumnya dihalangi oleh Taliban.

Selain memuji Taliban Gedung Putih juga berterima kasih kepada Qatar karena membantu memfasilitasi keselamatan penerbangan charter.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya