Berita

Drone Shahpar 2/Net

Dunia

Drone-drone Canggih Andalan Pakistan yang Ikut Andil dalam Kemenangan Taliban

JUMAT, 10 SEPTEMBER 2021 | 08:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keberhasilan kelompok Taliban menggempur Front Perlawanan Nasional di Lembah Panjshir tak lepas dari andil Islamabad yang mengirimkan drone--drone canggih bersenjata milik mereka, salah satunya Buraq, pesawat tak berawak buatan lokal.

Burraq disebut memiliki kemampuan membawa peluru kendali laser udara-ke-permukaan. Di masa lalu, Pakistan telah membual bahwa mereka telah menggunakan pesawat tak berawak ini untuk melawan militan yang beroperasi di wilayahnya sendiri, di wilayah suku Waziristan Utara.

Drone Burraq dirancang dan dikembangkan oleh Komisi Teknik dan Ilmiah Nasional di Pakistan dan juga telah ditampilkan di parade militer di Islamabad.


Selain drone lokal, ada juga laporan bahwa Pakistan telah memperoleh drone jarak jauh dengan bantuan Turki dan China.

Tahun lalu, ada laporan bahwa Pakistan telah membeli Wing Loong II buatan China, yang menurut penyelidikan BBC juga digunakan oleh UEA dalam perang saudara di Libya.

Pakistan dilaporkan telah memperoleh drone CH-4 buatan China, yang dapat digunakan baik untuk pengumpulan intelijen maupun untuk serangan.

Drone ini juga digunakan oleh Arab Saudi dalam serangannya terhadap pemberontak Houthi di Yaman.

Menurut jurnal pertahanan terkenal, Janes Defense Weekly, ada dua jenis drone CH-4, yaitu CH-4A dan CH-4B.

CH-4A dimaksudkan untuk pengawasan dan dapat bertahan di udara selama sekitar 30 jam. Sementara CH-4B adalah varian bersenjatanya, yang dapat membawa hingga 345 kg bahan peledak, tetapi memiliki durasi penerbangan maksimum yang lebih pendek yaitu 14 jam.

Selain itu, Pakistan memiliki drone Shahpar 2 yang dapat terbang hingga 14 jam, dan juga dapat dipersenjatai.

Pakistan juga memiliki pesawat tak berawak yang lebih kecil yang sering digunakan untuk mengirim bahan peledak, senjata ringan dan obat-obatan melintasi perbatasan India ke berbagai kelompok teror.

Beberapa di antaranya telah ditembak jatuh oleh pasukan pertahanan India. 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya