Berita

Senator Filipina Panfilo Lacson/Net

Dunia

Panfilo Lacson, Tokoh Di Balik Undang-undang Anti-Teror Kontroversial Filipina Mencalonkan Diri untuk Pilpres 2022

RABU, 08 SEPTEMBER 2021 | 15:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Salah satu Senator Filipina Panfilo Lacson mengumumkan pencalonannya untuk ikut dalam pemilihan presiden tahun depan.

Pencalonannya itu sekaligus menjadikannya tokoh pertama yang mendeklarasikan diri siap menggantikan petahana kontroversial tetapi populer, Rodrigo Duterte.

Lacson (73) membuat pengumuman bersama ketua Senat Vicente Sotto, mantan aktor, musisi dan anggota parlemen empat periode yang akan menjadi pasangannya dalam kontes wakil presiden.


Sementara Duterte (76), presiden Filipina saat ini, tidak bisa mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua. Hal itu sesuai konstitusi yang berlaku di negara itu. Namun, Duterte telah menyatakan minatnya pada posisi wakil presiden, yang diyakini para kritikus adalah cara untuk memperluas cengkeramannya pada kekuasaan di belakang presiden yang berkuasa.

Duterte diperkirakan akan dicalonkan pada hari Rabu oleh partainya yang berkuasa PDP-Laban. Batas waktu pengajuan pencalonan dalam pemilihan Mei 2022 adalah bulan depan.

Lacson, Ssorang mantan kepala polisi, gagal mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2004. Ia dikenal karena sikap kerasnya terhadap kejahatan. Ia juga membantu merancang undang-undang anti-teror yang kontroversial, yang dikecam oleh para aktivis dan dikhawatirkan dapat digunakan untuk menghancurkan perbedaan pendapat di salah satu negara demokrasi paling liberal di Asia.

Lacson dan Sotto berbicara tentang tantangan besar yang akan mereka hadapi jika terpilih untuk memimpin negara terpadat kedua di Asia Tenggara, yang memerangi salah satu epidemi virus corona paling mematikan di kawasan itu.

"Negara ini terkubur dalam utang, banyak yang kehilangan pekerjaan, korupsi merajalela dan obat-obatan terlarang masih merajalela," kata Lacson, dengan menghujat Duterte, yang terpilih dengan janji memberantas korupsi dan narkoba.

Dalam sebuah jajak pendapat independen Lacson menempati peringkat rendah dibanding putri Duterte, Sara Duterte-Carpio, sebagai kandidat pemenang.

Sara telah menyatakan keterbukaan untuk mencalonkan diri sebagai presiden, beberapa bulan setelah mengatakan kepada Reuters bahwa dia tidak tertarik dengan pekerjaan itu.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya