Berita

Susunan pemerintahan baru yang dibentuk Taliban untuk memimpin Afghanistan/BBC

Dunia

Menteri Dalam Negeri Afghanistan yang Baru Masuk Daftar Terorisme AS

RABU, 08 SEPTEMBER 2021 | 14:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Taliban telah mengumumkan susunan lengkap pemeritahan baru Afghanistan yang akan dipimpin oleh Mohammad Hassan Akhund sebagai Perdana Menteri pada Selasa malam (7/9).

Di antara jajaran nama pejabat pemerintah top yang baru diumumkan, ada sejumlah nama yang mencuri perhatian, salah satunya adalah Sirajuddin Haqqani. Dia mengisi pos jabatan Menteri Dalam Negeri Afghanistan.

Siapa sebenarnya Sirajuddin Haqqani?


Dia merupakan kepala kelompok militan yang dikenal sebagai jaringan Haqqani yang berafiliasi dengan Taliban. Jaringan Haqqani, bersama dengan Taliban, merupakan dalang di balik sejumlah serangan paling mematikan dalam konflik yang terjadi selama dua dekade di negara itu.

Salah satu serangan paling mematikan yang mereka lakukan adalah ledakan bom truk di Kabul pada 2017 yang menewaskan lebih dari 150 orang.

Berbeda dengan Taliban yang lebih luas, jaringan Haqqani telah ditetapkan sebagai organisasi teroris asing oleh Amerika Serikat. Di samping itu, Haqqani juga mempertahankan hubungan dekat dengan al-Qaeda.

Mengutip kabar yang dimuat BBC, Haqqani juga merupakan tokoh yang diburu oleh FBI karena diduga terlibat dalam serangan tahun 2008 di sebuah hotel yang menewaskan seorang warga Amerika Serikat. Dia juga dituduh berada di balik sejumlah serangan terhadap pasukan Ameirika Serikat di Afghanistan.

Sementara itu, setelah pengumuman susunan pemerintahan, pihak Taliban berjanji untuk membangun hubungan yang kuat dan sehat dengan negara lain dan akan menghormati hukum dan perjanjian internasional selama tidak bertentangan dengan hukum Islam dan nilai-nilai nasional negara.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya