Berita

Departemen Luar Negeri mengeluarkan pencarian untuk Sirajuddin Haqqani/Net

Dunia

Jadi Mendagri Afghanistan, Sirajuddin Haqqani Masih dalam Status Orang Paling Dicari FBI, Kepalanya Dihargai 6,77 Juta Dolar AS

RABU, 08 SEPTEMBER 2021 | 10:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Susunan kabinet pemerintahan sementara Afghanistan sudah diumumkan Taliban pada Selasa (7/9) waktu setempat.  Sejumlah wajah lama yang mendominasi pertempuran 20 tahun melawan koalisi pimpinan AS dan sekutu pemerintah Afghanistan nampak menghiasi deretan posisi penting pemerintahan, termasuk Sirajuddin Haqqani yang diangkat sebagai Menteri Dalam Negeri.

Nama Haqqani menarik untuk diperhatikan, mengingat hingga saat ini dirinya masih berada dalam daftar orang paling dicari oleh Badan intelijen AS FBI, bahkan kepalanya dihargai dengan angka yang cukup tinggi, 6,77 juta dolar AS.

Bahkan jaringan yang dipimpinnya, yang mendominasi sebagian besar Afghanistan timur, telah disalahkan atas serangan dramatis di Kabul dalam dua dekade terakhir dan mendalangi penculikan, terutama warga negara Amerika.


Itu termasuk Mark Frerichs, seorang kontraktor sipil AS, yang diculik pada Januari 2020 dan belum terdengar kabarnya sejak itu.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid, ketika mengumumkan Kabinet, mengatakan penunjukan itu untuk pemerintahan sementara. Dia tidak merinci berapa lama mereka akan melayani dan apa yang akan menjadi katalis untuk perubahan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya