Berita

Aksi protes warga El Salvador menolak bitcoin sebagai mata uang yang sah/Net

Dunia

Hari Pertama Dilegalkan, Warga El Salvador Ramai-ramai Gelar Protes Tolak Bitcoin

RABU, 08 SEPTEMBER 2021 | 09:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Keputusan pemerintah El Salvador untuk melegalkan bitcoin sebagai mata uang yang sah telah memantik aksi protes oleh warga.

Sekitar seribu orang melakukan unjuk rasa di kota San Salvador pada Selasa (7/9) untuk menolak bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah.

Berdasarkan UU yang telah diresmikan, bitcoin menjadi mata uang sah di El Salvador mulai Selasa, menjadikan negara di Amerika Tengah itu sebagai negara pertama yang mengadopsi bitcoin sebagai mata uang yang legal.


Para demonstran menyayangkan UU tersebut karena masih banyak warga El Salvador yang kurang memahami mata uang kripto, yang nantinya bisa merugikan.

"Saya tidak ingin memperjelas bahwa saya tidak menentang Bitcoin. Yang kami lawan adalah proses yang telah terjadi dan kami tidak pernah memiliki suara apapun dalam hal ini," ujar mahasiswa Universitas El Salvador, Marvin Rivera yang melakukan aksi unjuk rasa sembari membawa tulisan "Tidak untuk Bitcoin, Tidak untuk Kediktatoran".

Mereka yang memprotes, termasuk organisasi sosial dan sipil dan petani, mengklaim bahwa mereka tidak ingin menggunakan bitcoin dan melihat langkah itu sebagai upaya pencucian uang.

"Pemerintah tidak mendengarkan kebutuhan rakyat, dan undang-undang baru tidak hanya gagal menguntungkan negara, tetapi juga menghambat ekonomi El Salvador," kata pengunjuk rasa.

Oposisi menuduh Presiden El Salvador Nayib Bukele mengejar kebijakan ini untuk memperkaya diri. Mereka juga mencatat bahwa bitcoin dilegalkan mengingat kemungkinan defisit dolar.

Pada Selasa malam, harga bitcoin turun 9 persen setelah Bukele mengumumkan negaranya telah membeli tambahan 200 bitcoin. Kemudian, El Salvador membeli 150 bitcoin lagi.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya