Berita

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim/Net

Politik

Aktivis: Pembubaran BSNP Tidak Langgar Aturan, tapi Momentum Perbaikan Pendidikan

SELASA, 07 SEPTEMBER 2021 | 23:12 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pembubaran Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, didukung Presidium Forum Pendidikan Jawa Timur, Zulferry Yusal Koto.

Menurutnya, keputusan Nadiem tersebut mestinya dijadikan momentum untuk perbaikan sistem pendidikan Indonesia secara menyeluruh, bukan justru dihakimi dan dianggap memilikitujuan tertentu.

Sehingga, sosok yang kerap disapa Ferry ini meminta masyarakat pendidikan untuk tidak terburu-buru menghakimi keputusan Mendikbudristek membubarkan BSNP.


"Alangkah lebih baik, jika kita memberi kesempatan untuk memberi penjelasan utuh soal langkahnya.," ujar Ferry dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (7/9).

Aktivis gerakan koperasi kelahiran Bukittinggi ini berpendapat, langkah Nadiem membubarkan BSNP melalui Permendikbud Nomor 57 tahun 2021 sebetulnya tidak menyalahi UU Sisdiknas, sebagaimana yang dianggap banyak pihak belakangan hari ini.

Sebab ia melihat, pelibatan masyarakat secara mandiri masih bisa dilakukan melalui badan akreditasi. Ia pun berharap momentum ini bisa menjadi langkah awal perbaikan dunia pendidikan agar dapat bergerak lebih cepat dan merata.

"Sehingga kita bisa mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain," imbuhnya.

Lebih lanjut, Ferry menilai semangat yang terkandung di dalam UU Sisdiknas jelas memberikan ruang pelibatan masyarakat dalam kebijakan pendidikan, bahkana katanya hal itu wajib.

"Masyarakat bukan hanya objek yang diatur tapi juga subjek yang menentukan kebijakan, hingga pengawasan. Persoalannya, hanya disusunan organisasi dan tata kerjanya," tuturnya.

Namun di tengah polemik pembubaran BSNP, justru Ferry melihat Kemendikbudristek sedang butuh mitra kerja. Karena menurutnya, sejak Nadiem memimpin kementerian ini terdapat beberapa kejadian yang ditentang masyarakat, termasuk soal BSNP ini.

"Maka sudah saatnya Pemerintah membentuk Dewan Pendidikan Nasional. Saya melihat Mendikbudristek ini sebetulnya butuh mitra terutama dari pihak-pihak yang selama ini banyak berkecimpung dalam pendidikan," katanya.

Ferry membayangkan, andai saja Dewan Pendidikan Nasional dibentuk, lalu kebijakan-kebijakan pendidikan dibahas dan dikaji bersama, tentulah tidak akan ada kegaduhan seperti terjadi sekarang ini.

Pembentukan Dewan Pendidikan Nasional sebagaimana diamanatkan oleh UU Sisdiknas, lanjut Ferry, belum terlaksana dan kalah gesit dibanding pembentukan dewan pendidikan tingkat kabupaten/kota atau provinsi yang dimulai sejak tahun 2005.

"Ini ada yang tidak dikerjakan pemerintah selama belasan tahun, tapi tidak diributkan. Padahal, dewan pendidikan punya kewenangan, dia sebagai mitra dalam membuat kebijakan," tandasnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Berkunjung ke USS Missouri

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:08

Legislator PDIP Minta Pemerintah Gercep Atasi Titik Panas di Sejumlah Wilayah

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:48

Menakar Arah Pemerataan Lewat Pelayaran Perintis

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:20

TNI Kirim Satgas Kompi Zeni dalam Misi Perdamaian PBB di Kongo

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:58

Pemerintah Didorong Segera Bentuk Badan Rempah dan Herbal Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:38

PBB Dukung Penuh Pemerintahan Prabowo dan Bidik Kemenangan 2029

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:18

Ancaman Industri Hasil Tembakau dan Agenda Global

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:59

BRI Gelar KKB Expo Hadirkan Kemudahan Layanan Pembiayaan Kendaraan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:45

Data Pengungsi Papua Harus dapat Dipertanggungjawabkan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:20

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selengkapnya