Berita

Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam satu kesempatan/Net

Politik

Jokowi Tak Bernyali buat Ambil Alih PDI Perjuangan

SELASA, 07 SEPTEMBER 2021 | 16:28 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Presiden Joko Widodo dinilai tak bernyali untuk mengambil alih Partai PDI Perjuangan, kendati dianggap menjadi calon paling kuat untuk menjadi Ketua Umum menggantikan Megawati Soekarnoputri.

Demikian antara lain pandangan komunikolog politik Tamil Selvan kepada Kantor Berita Politik RMOL, soal peluang Jokowi pasca Megawati lengser sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan.

"Kalau secara taktik politik, tentu Jokowi paling berpeluang sebagai kandidat Ketua Umum PDIP. Namun pertanyaannya apakah Jokowi berani? Saya kira tidak," kata Tamil, Selasa sore (7/9).


Ketidakberanian Jokowi ini setidaknya terlihat dan dapat dibuktikan dengan banyaknya loyalis mantan Walikota Solo itu di kubu PDIP yang tidak mendapat posisi jabatan publik karena tidak berkenannya Megawati, contohnya Maruarar Sirait.

"Poin kedua, kita harus paham bahwa kekuatan Jokowi hanya terletak pada exceptabilitas masyarakat, bukan exceptabilitas politik," tandas Tamil.

Sementara itu, lanjut Tamil, di dalam tubuh partai banteng moncong putih juga banyak elit partai yang diuntungkan dengan jargon trah soekarno yang dijadikan sebagai salah satu instrumen magnet suara politik di masyarakat. Oleh karenanya, elit-elit tersebut tidak ingin daya pikat itu hilang.

"Maka saya berhipotesa Jokowi tidak akan maju sebagai calon ketua umum PDIP kecuali memang mendapat restu Megawati untuk posisi tersebut. Kalau untuk tampil dan melawan Megawati, saya kira nyali Jokowi belum sebesar itu," pungkas Tamil.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya