Berita

Wakil Ketua Umum DPP PAN, Viva Yoga Mauladi/RMOL

Politik

PAN: Isu Presiden Tiga Periode Dimainkan untuk Merusak Legitimasi Jokowi

SELASA, 07 SEPTEMBER 2021 | 10:23 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Oknum-oknum yang masih saja memainkan isu jabatan presiden akan diperpanjang menjadi tiga periode bukan saja membangun framing media, tetapi, patut diduga sebagai upaya pembunuhan karakter Presiden Joko Widodo.

"Kemungkinan ia bukan saja melakukan framing media yang berkonotasi negatif, tetapi sudah menjurus ke character assassination, perusakan karakter presiden," kata jurubicara Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi dalam perbincangan dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (7/9).

Padahal, kata Viva, Presiden Jokowi sudah menegaskan tidak ingin jabatannya diperpanjang. Pernyataan ini juga tidak hanya sekali dikatakan kepala negara.


"Sikap presiden sudah jelas, terang, konstitusional, dan terekam oleh publik," ujar Wakil Ketua Umum PAN ini.

Sehingga, lanjutnya, ketika masih ada oknum yang memainkan isu jabatan presiden tiga periode, dia sedang berupaya menurunkan legitimasi presiden di mata publik.

"Tujuannya agar membuat malu dan mendiskreditkan legitimasi presiden di mata publik," pungkasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya