Berita

Menteri Keuangan Josh Frydenberg/Net

Dunia

Menteri Keuangan Australia Minta Pengusaha Tidak Melulu Mengandalkan Kerja Sama dengan China

SELASA, 07 SEPTEMBER 2021 | 07:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ketegangan perdagangan antara Australia dan China nampaknya belum akan selesai dalam waktu dekat, merujuk pada pernyataan terbaru Menteri Keuangan Josh Frydenberg pada Senin (6/9).

Dalam pernyataannya, Frydenberg memperingatkan agar perusahaan-perusahaan Australia bersiap diri untuk menghadapi hukuman baru dari Beijing setelah ekspor Australia - termasuk anggur, batu bara dan barley - terkena sanksi perdagangan selama 18 bulan terakhir.

Menkeu Frydenberg juga mengingatkan agar para pengusaha mencari peluang di pasar lain selain China. Menurutnya, industri Australia telah membuktikan bahwa mereka dapat menggantikan banyak penjualan yang hilang dengan mencari pasar baru di luar China.


"Australia akan selalu memilih kemitraan daripada konflik, sebisa mungkin," kata Fydenberg pada Forum Kepemimpinan Crawford Universitas Nasional Australia, seperti dikutip dari 9News.

"Namun, persaingan strategis yang meningkat adalah kenyataan baru yang kita hadapi, sekarang dan kemungkinan di masa depan," ujarnya.

Meski sempat memuji China karena berhasil membebaskan penduduknya dari kemiskinan, Frydenberg tetap mengkritik taktik tegas Beijing yang menggunakan kekuatan ekonomi untuk memberikan tekanan politik pada negara lain yang akhirnya mengancam konsekuensi ekonomi.

Frydenberg mengatakan bahwa tidak seperti selama Perang Dingin, ketika Soviet Rusia sebagian besar terisolasi dari negara lain, kombinasi kekuatan ekonomi China dan koneksi global menimbulkan tantangan baru dan signifikan bagi banyak negara, termasuk Australia.

"Memang, Australia menghadapi tekanan ini lebih tajam daripada kebanyakan negara lain," lanjutnya.

Tetapi Frydenberg mengatakan bahwa bisnis Australia telah berhasil melewati sanksi perdagangan yang diterapkan oleh China.

Dia merujuk pada data perdagangan yang menunjukkan bahwa penurunan ekspor ke China sebesar 5,4 miliar dolar Australia telah diimbangi oleh ekspor baru senilai 4,4 miliar dolar ke pasar lain dalam tiga bulan terakhir.

"Banyak perusahaan dan industri yang terkena sanksi China, telah berhasil mengarahkan perdagangannya ke tujuan ekspor lainnya. Ini terutama terjadi pada komoditas curah yang lebih besar yang diperdagangkan di pasar global," kata Frydenberg.

Sebenarnya sanksi perdagangan terhadap produk Australia juga ikut merugikan ekonomi China.

"Mereka membuang konsumen China dari anggur premium Australia, makanan laut, dan barang-barang lainnya. Dan mereka membuang industri China dari input berkualitas tinggi dan bernilai tinggi, seperti batu bara Australia," katanya.

Sebenarnya, jika China dan Australia bersatu itu akan jauh lebih baik.

Terlepas dari semua pekerjaan untuk mengamankan pasar China yang menguntungkan, bisnis Australia harus terus menemukan tujuan perdagangan baru.

"Mereka harus selalu mencari diversifikasi pasar mereka, dan tidak terlalu bergantung pada satu negara," katanya.

"Pada dasarnya, mengadopsi strategi 'China-plus'," demikian Frydenberg.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya