Berita

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi/RMOLSumut

Politik

Sempat Bikin Jamuan, Gubernur Sumut Tegaskan Tak Berpihak ke Lokot Nasution

SENIN, 06 SEPTEMBER 2021 | 20:47 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Jamuan makan malam yang sempat dilakukan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, terhadap Wakil Bendahara Umum Partai Demokrat, Lokot Nasution, bukan berarti menunjukkan keberpihakan.

Lokot merupakan salah satu kandidat yang akan maju dalam Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Sumatera Utara.

Pernyataan itu ditegaskan Edy atas munculnya pemberitaan yang menyebut dirinya telah memberikan restu dan dukungan terhadap Lokot Nasution untuk maju menjadi calon Ketua DPD Partai Demokrat Sumut.


"Semua orang yang datang sama saya, saya dukung. Semua saya dukung," tegas Edy Rahmayadi kepada wartawan, Senin (6/9).

Edy menambahkan, selaku Gubernur Sumut, ia harus menerima kehadiran dari seluruh pihak termasuk pengurus Partai Demokrat. Akan tetapi hal tersebut tidak boleh langsung disebut sebagai dukungan kepada salah satu pihak.

Sebab, pada dasarnya siapapun sosok yang datang kepadanya akan didukung untuk memberikan yang terbaik bagi partai mereka.

"Namanya saya gubernur, orang yang mau maju datang sama saya, masa saya larang. Siapa saja enggak masalah datang. Soal nanti siapa menang kan tergantung mereka yang memilih," ungkapnya, dikutip Kantor Berita RMOLSumut, Senin (6/9).

Dijelaskan Edy, Demokrat merupakan partai yang pernah memimpin Indonesia selain Golkar dan PDI Perjuangan. Karena itu, ia memastikan bahwa hal tersebut menjadi bagian dari sejarah yang tidak mungkin dihapuskan.

Soal pemerintahan yang dianggap terbaik di antara ketiganya, Edy sendiri mengatakan hal tersebut akan berbeda-beda dari sudut pandang masyarakat.

"Saya tidak mau memberi komentar mengenai itu, karena itu masing-masing masyarakat yang merasakan. Itu kita bisa dirasakan oleh kita masing-masing ya," pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya