Berita

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Net

Politik

Pengamat: Ganjar Hanya Berpeluang jadi Cawapres

SENIN, 06 SEPTEMBER 2021 | 13:05 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kendati beberapa hasil lembaga survei menepatkan Ganjar Pranowo pada posisi tiga besar, namun peluang Gubernur Jawa Tengah itu maju sebagai Calon Presiden (Capres) 2024 sangatlah kecil.

Pangamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga mengatakan, Ganjar diperkirakan sulit mendapatkan partai pengusung. Pasalnya, di PDI Perjuangan yang nota bene partainya saja ia harus bersaing dengan Puan Maharani, petinggi PDIP dan putri kesayangan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

"Ganjar harus berjuang dulu mendapatkan kepercayaan Megawati. Hal itu tentu bukan perkara mudah mengingat Puan sejak awal memang sudah disiapkan untuk maju pada Pilpres 2024," kata Jamil kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (6/9).


Oleh karena itu, kata Jamil, jikalau Ganjar diusung oleh PDI Perjuanhan maka hanya pada posisi Cawapres kendati elektabilitasnya jauh lebih tinggi dari Puan Maharani.

"Harus berlapang dada mendampingi Puan Maharani," tandas Jamiluddin.

Duet Puan-Ganjar, bisa saja terjadi. Mengingat PDI Perjuangan saat ini mampu untuk mengusung sendiri pasangan Capres dan Cawapres pada Pilpres 2024.

Disisi lain, menurut Jamil, peluang Ganjar untuk maju sebagai salah satu kontestan Pilpres 2024 masih terbuka melalui partai nasionalis lainnya. Hanya saja untuk Capres tampaknya berat mengingat ketua umum partai nasionalis juga ingin sekali maju dalam perebutan kursi presiden.

"Golkar atau Gerindra misalnya, tentu akan lebih memilih mengusung ketua umumnya menjadi Capres. Ganjar meskipun elektabilitasnya tinggi, peluangnya hanya cawapres. Hal itu pun masih bergantung persetujuan pada partai koalisi yang mengusung," kata Jamiluddin.

Selain itu, partai berbasis Islam juga akan sulit mengusung Ganjar menjadi Capres. Sebab, peluang Anies Baswedan dan Ridwan Kamil akan lebih besar daripada Ganjar.

"Kalaupun Ganjar dilirik Partai berbasis Islam, peluangnya juga paling tinggi hanya Cawapres," demikian penulis buku Tipologi Pesan Persuasif ini.



Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Tak Perlu Takut dengan Ide Kewarganegaraan Ganda Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:26

Cara Mengubah Desil DTSEN Secara Online dan Offline, Lengkap dengan Langkahnya

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:15

Tak Cuma Revisi, DPR Sepakat Regulasi Baru Migas

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:14

GBNI Dukung Program Kerakyatan Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:37

B50 Perkuat Kemandirian Energi, Hemat Devisa, dan Dorong Transformasi Ekonomi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:34

Presiden Perintahkan Penanganan Darurat, Wamensos Terjun ke Lokasi Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:28

21 Kantong Parkir Disiapkan Saat Perayaan HUT ke-81 RI di Jakarta

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:31

MBG Harus Kembali ke Tujuan Awal Bukan Jadi Ladang Bisnis

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:21

Ruas Jalan di Jakarta Direkayasa Saat Perayaan HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:12

Besok! Ongkos Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta Cuma Rp8

Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:30

Selengkapnya