Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

China Segera Luncurkan Obat Covid-19 yang Dikembangkan dari Plasma Konvalesen, Ini Kata Pengamat Vaksin

SENIN, 06 SEPTEMBER 2021 | 09:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Para ahli masih terus melakukan penelitian untuk menemukan obat khusus Covid-19, di tengah pandemi yang telah menelan banyak korban selama hampir dua tahun ini. Sebuah harapan muncul saat anak perusahaan Sinopharm mengumumkan temuan barunya bahwa sebentar lagi akan ada obat untuk menyembuhkan Covid-19.

Wakil presiden China National Biotec Group (CNBG), Zhu Jingjin mengatakan dalam rilisnya, bahwa obat Covid-19 pertama di dunia -berdasarkan imunoglobulin manusia yang dikembangkan dari plasma dari pasien Covid yang pulih- akan memasuki uji klinis.

Plasma konvalesen sebelumnya telah dimasukkan dalam rencana perawatan Covid-19 nasional, dan telah menunjukkan kemanjuran yang sangat baik untuk pasien Covid-19 yang sakit kritis dan parah”, kata Zhu, dalam rilis yang diterbitkan pada Minggu (5/8) oleh akun WeChat resmi milik Komisi Pengawasan dan Administrasi Aset Milik Negara Dewan Negara (SASAC).


“Dengan tidak adanya resistensi obat baru terhadap virus corona baru yang melanda dunia, CNBG, belajar dari pengalaman SARS, mengembangkan plasma konvalesen sebagai terapi untuk mengobati kasus kritis dan parah. Itu telah diakui dalam rencana perawatan Covid-19 nasional,” kata Zhu, yang juga pemimpin uji klinis senior CNBG.

Obat tersebut dapat diterapkan secara luas dan memicu respons cepat dalam perawatan darurat untuk pasien parah atau kelompok berisiko tinggi, katanya.

Selain obat, vaksin Covid-19 generasi kedua terbaru dari produsen yang dirancang khusus untuk varian umum seperti Delta dan Beta juga telah menunjukkan hasil awal yang baik.

Namun, bagi sejumlah ahli, pencegahan dan vaksinasi tetap merupakan cara yang paling efektif untuk menghentikan infeksi, dibandingkan dengan obat-obatan khusus yang hanya memberikan bantuan dalam lingkup terbatas.

“Karena begitu terinfeksi, virus menggunakan sel manusia untuk terus-menerus mereplikasi virus baru, dan imunoglobulin manusia semacam itu hanya dapat menetralkan virus di luar sel. Kekebalan seluler sangat penting melalui vaksin,” kata Tao Lina, pengamat vaksin Covid-19 yang berbasis di Shanghai.

Profesor imunologi lain yang berbasis di Beijing yang tidak disebutkan namanya memperingatkan bahwa obat tersebut mungkin mengandung risiko infeksi oleh virus lain, seperti Hepatitis B dan HIV serta penyakit menular melalui darah lainnya.

Sementara CNBG sebelumnya mengatakan mereka telah mengikuti proses penyaringan yang ketat untuk plasma yang disumbangkan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya