Berita

Mantan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown/Net

Dunia

Mantan PM Inggris: Penimbunan Vaksin oleh Negara Kaya adalah Bencana Kegagalan Moral Dunia

MINGGU, 05 SEPTEMBER 2021 | 09:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Akses terhadap vaksin Covid-19 saat ini merupakan perlombaan "senjata" baru, dengan negara-negara kaya menguasai permainan.

Mantan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown menyuarakan keprihatinan atas kebobrokan moral negara-negara kaya yang menimbun vaksin berlebih.

Hal itu ia sampaikan lewat tulisan bertajuk "Denying vaccines to poor countries is stain on world’s conscience" yang dipublikasi oleh Mirror pada Sabtu (4/9).


Menurut Brown, 200 juta dosis vaksin yang bisa menyelamatkan ribuan nyawa di Afrika dan negara-negara termiskin saat ini masih tergeletak di gudang-gudang di Amerika dan Eropa.

Stok vaksin milik negara-negara Barat diperkirakan mencapai 300 juta dosis pada akhir September, dan bertambah menjadi 500 juta dosis pada akhir September. Dengan stok tersebut, separuh benuh Afrika bisa divaksinasi.

Mengutip data dari badan ahli Airfinity, negara-negara Barat akan mempunyai cadangan 1 miliar dosis vaksin pada Natal, bahkan setelah semua orang deasa dan semua anak di atas 12 tahun di Eropa dan Amerika telah disuntik.

"Kita berada dalam perlombaan 'senjata' baru, untuk memvaksinasi orang secepat mungkin, tetapi ini adalah perlombaan di mana Barat memiliki cengkraman pada pasokan vaksin," kata Brown.

Buktinya, Brown menyebut, ketika 70 persen populasi di Inggris telah divaksinasi, hanya 2 persen di Afrika yang mendapatkan suntikan vaksin, bahkan jutaan perawat dan petugas kesehatan yang berisiko tidak mendapatkannya.

"Vaksin telah menyelamatkan 80 ribu nyawa di Inggris, tetapi dengan menolak vaksin (yang merupakan kelebihan di sini) ke negara-negara miskin adalah noda pada hati nurani dunia dan merupakan bencana kegagalan moral dalam kerjasama internasional," tegasnya.

"Jika dunia adalah satu negara, maka akan dinyatakan sebagai negara gagal," imbuh dia.

Brown mengatakan, mencegah mutasi Covid-19 di Afrika yang kemudian bisa menyebar ke seluruh dunia adalah kepentingan semua orang. Pasalnya tidak akan ada yang aman di mana pun sama semua aman di mana-mana.

Dalam tulisannya, Brown juga mempertanyakan komitmen pemerintahan Perdana Menteri Boris Johnson pada Juni lalu yang berjanji bahwa seluruh dunia akan divaksinasi pada pertengahan 2022.

Untuk itu, utusan khusus Inggris untuk PBB itu kemudian meminta Presiden AS Joe Biden dan para pemimpin dunia untuk bertindak dalam kerangka G7 untuk mengakhiri "apartheid vaksin".

"Para pemimpin ini memegang semua kartu. Mereka memiliki monopoli atas pesanan vaksin... Saatnya bertindak untuk mengakhiri apa yang telah menjadi kemarahan moral dan kita harus bertindak sekarang," pungkas Brown.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya