Berita

Nikanor Tolstykh dan Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Koreksi Pidato Putin Soal Sejarah Perang, Siswa Ini Dikeluarkan dari Sekolah

MINGGU, 05 SEPTEMBER 2021 | 07:17 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Keberanian seorang siswa sekolah menengah di Rusia dengan mengoreksi informasi yang disampaikan oleh Presiden Vladimir Putin justru membuatnya dikeluarkan oleh institusi pendidikan tersebut.

Ia adalah Nikanor Tolstykh, siswa di sebuah sekolah di Kota Vladivostok, Timur Jauh Rusia.

Pada hari pertama sekolah, Putin memberikan pidato mengenai sejarah perang kepada para siswa. Ia mengatakan Pertempuran Poltova pada 1709, di mana Peter the Great mengklaim kemenangan melawan Kekaisaran Swedia. Ketika itu, Putin menyebutnya sebagai peristiwa "Seven Years' War".


Namun kemudian seperti dimuat Moskow Times pada Sabtu (4/9), Tolstykh berusaha mengoreksi informasi tersebut. Siswa itu mengatakan, peristiwa itu bukanlah "Seven Years' War", melainkan "Great Northern War" yang berlangsung dari tahun 1700 hingga 1921.

Meski begitu, pengetahuan dan keberanian Tolstykh justru membuat kepala sekolah menegurnya. Bocah itu dianggap kurang ajar karena "menantang" pengetahuan sejarah dan menghina Putin.

Hari berikutnya, jurubicara Putin, Dmitry Peskov mengatakan pihaknya sangat tidak setuju dengan apa yang telah dilakukan kepala sekolah kepada Tolstykh.

“Kami yakin tidak akan ada yang mengeluarkan anak ini, apalagi anak yang berbakat dan berpengetahuan seperti itu,” ujarnya.

Putin sendiri justru memberikan pujian kepada Tolstykh atas pengetahuannya yang luas mengenai sejarah.

“Mengapa ini harus menyinggung saya? Sebaliknya, itu hanya bisa menyenangkan saya; anak-anak muda tahu sejarah tanah air dengan baik, itu bagus,” kata Putin.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya